"Yang dipesan untuk tempat komoh, paling kecil juga banyak diminati untuk minum arak," jelasnya.
Untuk mendapatkan kualitas bentuk kelapa yang bulat, Arik pilih membeli ke wilayah Payangan kelapa yang sudah dikupas.
"Di awal pernah beli kelapa utuh, setelah dikupas kebanyakan bentuknya lonjong. Kurang bagus dipakai mangkok atau piring. Setelah itu kita beli yang sudah dikupas, meskipun harganya sedikit lebih mahal. Yang penting dapat bentuk bagus," ujarnya.
Namun tidak seluruhnya juga berbentuk bulat. Perbandingannya, dari 100 biji hanya sekitar 10 kelapa yang bulat sempurna. Sisanya, dipastikan ada bentuk-bentuk unik.
Sehari, maksimal tiga sekawan ini bisa mengolah 20 pcs buah kelapa. Mulai dari pemotongan, mengelupas isi, menghaluskan manual hingga menghaluskan memakai mesin.
Sementara, isi kelapa dikeringkan menjadi kopra untuk dijual kembali ke pengepul. Harga yang ditawarkan untuk Kau-kau yang sudah cantik kisaran Rp 7.000 hingga Rp 30.000 tergantung ukuran, bentuk, dan motif ukiran.
Selain mangkok, Arik dkk juga membuat canting, gayung, dan tempat tirtha. Arik dkk mengaku bersyukur masih bisa bekerja di masa sulit pandemi ini.
"Astungkara ada jalan, sehingga bisa bertahan hidup. Khawatir kalau diam saja, Lama-lama bisa jenuh. Lebih baik, tetap sibuk, astungkara ada rejeki," ujarnya.
Berita Terkait
-
Kisah Memulai Bisnis Perak dengan Mengenalkan Pengrajin Lokal Kendari
-
Wisata Bali: Jogging Track Sudamala Jadi Objek Wisata Desa, Tersedia Kudapan Sehat
-
Pengrajin Alat Yadnya di Jembrana Akui Sempat Tidak Dapat Penghasilan Sama Sekali
-
Kupas Kelapa Tanpa Pecah, Orang Ini Dijuluki Punya Skill Dewa
-
Sosrobahu, Teknik Pembuatan Jalan Layang Karya Anak Bangsa yang Mendunia
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian