- Insiden perkelahian antara anggota TNI dan Brimob terjadi di Labuan Bajo pada Rabu, 10 Juni lalu.
- Pengeroyokan bermula saat acara syukuran yang memicu aksi pemukulan terhadap dua anggota Kodim 1630 Manggarai Barat.
- Pratu I.W. melakukan penikaman karena terdesak, sehingga korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
SuaraBali.id - Kodam IX/Udayana mengungkap kronologi insiden perkelahian yang melibatkan anggota TNI dan Brimob di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang berujung pada penikaman terhadap seorang anggota Brimob.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangannya di Denpasar, mengatakan berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa bermula saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat, yakni Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R., menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda J.G. di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu (10/6) malam.
Ketiga anggota TNI tersebut hadir sebagai tamu undangan dan diterima baik oleh tuan rumah. Namun, dalam perjalanan acara, terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi.
Sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 anggota Brimob disebut kembali mendatangi lokasi acara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Amrizal, sejumlah anggota Brimob diduga menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sebelum terjadi pemukulan dan pengeroyokan.
Saat berusaha membantu rekannya, Pratu I.W. juga menjadi sasaran pengeroyokan. Dalam kondisi tersebut, Pratu I.W. berhasil melarikan diri menuju rumah orang tuanya dan mengambil sebuah pisau kerambit.
"Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim oleh sejumlah anggota Brimob yang berada di lokasi," kata Amrizal, Sabtu (13/6).
Amrizal mengungkap keterangan tersebut diperkuat sejumlah saksi mata yang mengaku melihat langsung tindakan pengeroyokan terhadap kedua anggota TNI tersebut.
Para saksi juga menyebut warga sempat berupaya melerai, namun aksi pengeroyokan tetap berlangsung.
Baca Juga: Lagi! TNI Dilibatkan Dalam Proyek Olah Timbunan Sampah Jadi BBM
Kapendam menjelaskan berdasarkan berita acara pemeriksaan, Pratu I.W. mengakui telah melakukan penikaman terhadap anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut.
Namun, tindakan itu dilakukan karena merasa terdesak dan keselamatannya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung.
Setelah terdengar teriakan adanya korban terkena tusukan, situasi berangsur kondusif.
Korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kodam IX/Udayana menegaskan seluruh fakta yang disampaikan masih merupakan hasil pemeriksaan awal.
Saat ini Subdenpom IX/1-1 Ende masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai