- Menko Pangan Zulkifli Hasan berkolaborasi dengan BRIN, Kemdiktisaintek, dan TNI mengolah tumpukan sampah TPA menjadi BBM.
- Pemerintah menerapkan teknologi pirolisis pada enam lokasi TPA besar sebagai bagian transformasi pengelolaan sampah nasional.
- Proyek ini bertujuan mengubah timbunan sampah menjadi sumber energi alternatif untuk mendukung kemandirian energi nasional Indonesia.
SuaraBali.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan akan mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM) bersama BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), hingga TNI.
“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (19/5).
Zulhas menyampaikan pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar pengelolaan sampah.
Sebelumnya, tutur dia, pemerintah fokus pada pengolahan sampah menjadi listrik.
Kini, pemerintah mendorong timbunan sampah menjadi BBM dengan skema pirolisis atau proses penguraian bahan organik melalui pemanasan suhu tinggi.
Zulhas mengungkapkan terdapat enam lokasi yang dibidik untuk proyek sampah menjadi BBM.
"Ada enam (lokasi). Ada di Bantargebang, ada di Bandung, ada di Bali," ucap Zulhas.
Zulhas menjelaskan, perbedaan di antara kedua proyek tersebut terletak pada jenis sampahnya.
Untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemerintah akan menggunakan sampah-sampah baru.
Baca Juga: Ubah Sampah Jadi Pupuk, Program 'Tempah Dedoro' Mataram Pangkas 10 Ton Sampah Per Hari
Sedangkan, untuk proyek sampah menjadi BBM, pemerintah akan menggunakan sampah yang sudah menggunung.
“Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” ucap Zulhas.
Melalui paparannya, Zulhas menyampaikan proyeksi timbunan sampah pada 2029 diperkirakan sebanyak 146.780 ton per hari.
Lebih jauh, dalam paparannya terdapat lima pilihan teknologi pengolahan sampah. Sebesar12,4 persen dari total sampah diolah dengan pengolahan organik di sumber sampah.
Kemudian, sebesar 19,8 persen diolah TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) di bank sampah induk; sebesar 25,3 persen dari total sampah diolah TPST RDF (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Refuse Derived Fuel).
Selanjutnya, 20 persen diolah dengan teknologi pirolisis; dan 22,5 persen dari total sampah diolah dalam proyek PSEL.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI, Hadir Serentak di 131 Lokasi
-
3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali
-
Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan