Muhammad Yunus
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi: Personel TNI Kodim 0623/Cilegon yang terlibat dalam TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-128 berbaris dalam upacara pembukaan program tersebut di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Rabu 22 April 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan berkolaborasi dengan BRIN, Kemdiktisaintek, dan TNI mengolah tumpukan sampah TPA menjadi BBM.
  • Pemerintah menerapkan teknologi pirolisis pada enam lokasi TPA besar sebagai bagian transformasi pengelolaan sampah nasional.
  • Proyek ini bertujuan mengubah timbunan sampah menjadi sumber energi alternatif untuk mendukung kemandirian energi nasional Indonesia.

SuaraBali.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan akan mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM) bersama BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), hingga TNI.

“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (19/5).

Zulhas menyampaikan pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar pengelolaan sampah.

Sebelumnya, tutur dia, pemerintah fokus pada pengolahan sampah menjadi listrik.

Kini, pemerintah mendorong timbunan sampah menjadi BBM dengan skema pirolisis atau proses penguraian bahan organik melalui pemanasan suhu tinggi.

Zulhas mengungkapkan terdapat enam lokasi yang dibidik untuk proyek sampah menjadi BBM.

"Ada enam (lokasi). Ada di Bantargebang, ada di Bandung, ada di Bali," ucap Zulhas.

Zulhas menjelaskan, perbedaan di antara kedua proyek tersebut terletak pada jenis sampahnya.

Untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemerintah akan menggunakan sampah-sampah baru.

Baca Juga: Ubah Sampah Jadi Pupuk, Program 'Tempah Dedoro' Mataram Pangkas 10 Ton Sampah Per Hari

Sedangkan, untuk proyek sampah menjadi BBM, pemerintah akan menggunakan sampah yang sudah menggunung.

“Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” ucap Zulhas.

Melalui paparannya, Zulhas menyampaikan proyeksi timbunan sampah pada 2029 diperkirakan sebanyak 146.780 ton per hari.

Lebih jauh, dalam paparannya terdapat lima pilihan teknologi pengolahan sampah. Sebesar12,4 persen dari total sampah diolah dengan pengolahan organik di sumber sampah.

Kemudian, sebesar 19,8 persen diolah TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) di bank sampah induk; sebesar 25,3 persen dari total sampah diolah TPST RDF (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Refuse Derived Fuel).

Selanjutnya, 20 persen diolah dengan teknologi pirolisis; dan 22,5 persen dari total sampah diolah dalam proyek PSEL.

Load More