- Pengamat hukum Joko Jumadi mengungkap tiga kasus dugaan asusila terhadap anak dan perempuan yang melibatkan oknum anggota serta calon siswa Polri.
- Kasus tersebut terjadi di wilayah Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah dengan modus persetubuhan, pemerkosaan, serta penyebaran konten pornografi.
- Proses hukum ketiga kasus asusila tersebut kini telah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan oleh pihak kepolisian wilayah setempat.
SuaraBali.id - Pengamat hukum, Joko Jumadi yang kerap memberikan pendampingan terhadap korban kekerasan seksual di wilayah Nusa Tenggara Barat, menyoroti munculnya sejumlah kasus asusila terhadap anak yang diduga dilakukan oleh oknum polisi.
"Kasus pertama, terkait kasus dugaan pelecehan oleh oknum anggota Brimob Polda NTB yang kini berada di bawah penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak pada Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram," ujar Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram ini di Mataram, Selasa (19/5).
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram ini memberikan perhatian terhadap kasus tersebut saat dirinya memeriksa kondisi psikologis korban yang masih berstatus pelajar pada salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Lombok Barat.
"Jadi, laporan yang di Polresta Mataram ini datang dari keluarga korban, lalu ditindaklanjuti oleh kepolisian dengan meminta bantuan LPA untuk pemeriksaan psikologis korban," katanya.
Dari pemeriksaan, Joko mendapatkan informasi perihal perbuatan asusila yang diduga dilakukan oknum kepolisian tersebut.
Menurut dia, perbuatan terduga pelaku yang melakukan persetubuhan dengan korban, sudah memenuhi unsur pelanggaran asusila terhadap anak.
"Itu ada videonya. Itu (tempus kejadian) tahun lalu," ucap Joko yang juga aktif dalam Koalisi Anti Kekerasan Seksual NTB tersebut.
Sebagai pengamat hukum yang menaruh perhatian terhadap kasus-kasus asusila, ia menerangkan bahwa dalam aturan hukum sudah menjelaskan, tidak harus ada syarat ancaman terhadap korban kekerasan seksual anak agar suatu peristiwa pidana dapat terpenuhi.
"Kalau korbannya anak-anak, tidak perlu harus ada ancaman, artinya siapapun yang melakukan persetubuhan dengan anak, maka dapat dipidana," ucap dia.
Baca Juga: Tren Femisida Seksual Meningkat di 2025: Korban Didominasi Perempuan Muda hingga Anak
Atas hasil pemeriksaan psikologis korban, Joko memberikan apresiasi terhadap langkah kepolisian yang telah meningkatkan status penanganan kasus ini ke tahap penyidikan.
"Proses hukumnya sekarang sudah masuk penyidikan, mungkin tinggal penetapan tersangka," ujarnya.
Kasus kedua, lanjut Joko, berada di bawah penanganan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda NTB.
"Yang di Polda NTB itu terduga pelakunya (bertugas) dari bidang IT," katanya.
Joko mengaku dalam penanganan kasus tersebut, keluarga korban anak sempat meminta pendampingan dari LPA Mataram.
"LPA waktu itu masuk dan membantu untuk mediasi, karena terduga pelaku akhirnya setuju untuk menikahi korban," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga
-
Gempa M7,7 Guncang Flores: Wae Rebo, Kelimutu, dan Goa Rangko Ditutup Sementara
-
1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG
-
4 Korban Hilang, Menhub Ungkap Kondisi Kapal Putri Yasmin Sebelum Terbakar