SuaraBali.id - Pemilik akun Facebook Evie Atika dilaporkan ke polisi karena katai KHR. Ach. Azaim Ibrahimy sebagai kiai sesat.
KHR. Ach. Azaim Ibrahimy merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukerejo, Situbondo, Jawa Timur.
Laporan itu dilayangkan ke Ditreskrimsus Polda Bali, pada Rabu (7/7/2021). Laporan terkait ujaran kebencian.
Pelapor dalam hal ini sejumlah perwakilan, Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS).
Usai melapor, Ketua IKSASS Jembrana Muhamad Yunus menjelaskan, pihaknya melaporkan pemilik akun Facebook Evie Atika ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali dan masih dalam bentuk Pengaduan Masyarakat dengan nomor laporan Dumas/473/VII/2021/SPKT/Polda Bali.
Dugaan ujaran kebencian oleh pemilik akun Facebook Evie Atika sudah tersebar luas di unggahan Grup Facebook "Media Kangean", pada 30 Juni 2021.
Dalam postingan itu terlapor Evie Atika sempat berkomentar soal video ceramah KHR.Ach Azaim Ibrahimy dengan menggunakan bahasa Madura.
"Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya Kiai sesat," ungkap Yunus ke sejumlah awak media.
Padahal kata Yunus, dalam video ceramahnya, kiai KHR. Ach. Azaim Ibrahimy membahas soal wabah penyakit covid-19. Cucu dari salah satu pahlawan negara itu mengimbau agar umat tidak boleh menyombongkan diri atau menantang wabah covid-19.
Baca Juga: Pengasuh Pesantren di Situbondo Dituding Rajanya Kiai Sesat, Akun Facebook Ini Dipolisikan
"Videonya kiai itu cukup baik menyejukan bahwa jangan sombong dengan penyakit yang wabah sekarang ini covid-19. Artinya jangan menantang. Beliau mendinginkan suasana. Tapi malah dibilang kiai sesat," ungkapnya.
Keterangan berbeda, Syamsudin selaku pengurus IKSASS Denpasar menerangkan bahwa laporan terhadap akun Facebook Evie Atika itu tidak hanya dilakukan di Bali tapi di sejumlah Polda di Indonesia oleh anggota IKSASS.
"Jadi, kami alumni IKSASS se-Nusantara masing-masing Provinsi sudah membuat laporan. Kami berharap agar laporan ini bisa ditindaklanjuti," ujarnya.
Sementara terkait laporan ujaran kebencian tersebut, Direskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.
Berita Terkait
-
Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali
-
Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi
-
Polda Bali Absen Tak Hadiri Praperadilan Kepala BPN Bali, Ada Apa?
-
Wakapolri Ungkap Langkah Pembenahan Polri: Aktifkan Pamapta dan Modernisasi Pelayanan SPKT
-
Heboh Polisi di Bali Terlibat Perdagangan Orang Modus Rekrut Calon ABK, Begini Perannya!
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia
-
Kronologi Kecelakaan Maut Avanza dan Vario di Lombok: Pasutri Tewas, Bayi Luka-Luka
-
Sejumlah Perwira Polri Disebut Terima Uang dari Bupati Lombok Barat Nonaktif
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan