Pebriansyah Ariefana
Rabu, 07 Juli 2021 | 14:44 WIB
Rumah adat Bali (Youtube gema cod)

SuaraBali.id - Jenis-jenis rumah adat Bali yang jarang diketahui. Bahkan rumah adat Bali mempunyai arti dan makna sangat kata.

Rumah adat merupakan bangunan yang dibangun dengan konsep dan cara yang sama dari generasi ke generasi yang pembangunannya memperhatikan kegunaan serta fungsi sosial dan arti budaya di balik corak atau gaya bangunan.

Indonesia yang memiliki banyak suku, sudah pasti memiliki berbagai rumah adat yang menjadi warisan budaya.

Untuk suku Bali sendiri, terdapat beberapa jenis rumah adat dengan fungsinya masing-masing hal ini dikarenakan, rumah tinggal masyarakat Bali cukup unik dimana rumah tinggalnya tidak menjadi satu kesatuan dan terbagi dalam beberapa ruang.

Bahkan untuk pengaturan ruang-ruang tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan melainkan diatur menurut konsep arah angin dan sumbu gunung Agung serta mampu memahami keberadaan sembilan mata angin yang identik dengan arah utara, selatan, timur, dan barat.

Arah timur dengan sumbu hadap ke gunung Agung akan dijadikan tempat utama dalam rumah tinggal, jadi lokasi tersebut biasa dipakai untuk meletakkan pemujaan atau yang disebut pamerajan.

Namun banyak yang mengenal rumah adat Bali ini dengan nama Candi Bentar, namun bangunan ini lebih merujuk pada bangunan gapura yang menjadi gerbang-gerbang rumah Bali.

Sehingga disini akan lebih dibahas tentang bagian-bagian dari rumah tinggal tradisional Bali,

1. Angkul - angkul

Baca Juga: Ajik Krisna dari Pemilik Kerajaan Pusat Oleh-oleh Bali, Banting Stir Jadi Petani Kacang

Angkul-angkul berfungsi sebagai jalan masuk atau entrance dan berfungsi juga sebagai candi Bentar.
.
2. Aling-aling

Merupakan bagian dari entrance yang berfungsi sebagai pengalih jalan masuk, sehingga tidak langsung lurus ke dalam melainkan menyamping. Selain itu juga hal ini berfungsi agar pandangan tidak langsung lurus ke dalam.

3. Natah atau halaman

Natah dikelilingi oleh bale-bale dan merupakan pusat dari pekarangan.

4. Mrajan atau sanggah

Terleteak dibagian timur laut atau kaja kangin pada sembilan petak pola ruang, merupakan area suci pada rumah berfungsi sebagai tempat pemujaan.

5. Bale Dangin

Bangunan perumahan tradisional Bali yang komposisinya berada di sisi timur disebut dengan bale dangin, Type yang dibangun type sake nem dalam perumahan tergolong sederhana bila bahan dan penyelesaiannya sederhana.

Konstruksi terdiri dari 12 tiang yang dirangkai empat-empat menjadi dua balai-balai atau bila menggunakan satu balai-balai rangkaian empat tiang dapat di tepi atau di tengah.

6. Bale Delod

Bale delod biasa difungsikan sebagai sumanggem, bangunan untuk upacara adat, tamu, dan tempat bekerj atau serbaguna. Bentuk bangunan dari Bale Delod adalah segi empat panjang.

Dengan tinggi lantai yang lebih rendah dibanding dengan Bale Daje.

7. Bale Daje

Bale Daje disebut juga dengan Bale Manten, dengan bentuk bangunan persegi panjang dan biasanya di bangun di sebelah kiri.

Bangunan ini biasa ditinggali oleh kepala keluarga dan anak perempuan dan terbagi menjadi dua ruangan yaitu bale (ruang) kanan dan kiri.

8. Bale Dauh / Loji

Fungsi dari Bale Dauh adalah tempat untuk menerima tamu dan juga digunakan sebagai tempat tidur anak. Fasilitas pada bangunan Bale Dauh ini adalah 1 buah bale – bale yang terletak di bagian dalam. Bentuk Bangunan Bale Dauh adalah persegi panjang, dan menggunakan saka atau tiang yang terbuat dari kayu.

9. Paon (Dapur)

Paon atau dapur memiliki fungsi yang sama seperti fungsi dapur pada umumnya, yaitu sebagai tempat memasak bagi keluarga. Bagian yang terpenting dari rumah dapur orang bali tempatnya terpisah dengan bagian – bagian rumah yang lain.

Dapur biasanya ditempatkan disebelah barat bale delod berdekatan dengan pintu masuk rumah atau dalam bahasa bali biasa disebut lebuh. Fungsi dapur di bali memang sama dengan dapur- dapur pada umumnya akan tetapi bagian- bagian dapur tradisional bali harus memiliki tungku dalam bahasa bali disebut Bungut Paon.

Tungku ini fungsinya sebagai pengganti kompor atau hanya simbol saja tetapi tidak digunakan. Tungku ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan yadnya sesa atau banten jotan ( sesajen setelah selesai memasak di pagi hari ). Diatas bungut paon itu biasa dibuatkan Langgatan ( sejenis rak tradisional ). Jika memasak menggunakan bungut paon langgatan berfungsi sebagai tempat meletakan kayu bakar yang sudah kering dan siap digunakan.

10. Jineng atau lumbung.

Jineng atau lumbung sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen, berupa padi dan hasil kebun lainnya. Fungsinya sebagai penyimpanan hasil panen yang berupa gabah di bagian atapnya.

Dan dibawahnya dibentuk menyerupai bale untuk tempat bersantai dan bercengkrama bersama keluarga. Orang – orang yang memiliki jineng ini biasanya golongan petani yang memiliki hasil panen setiap tahun.

Jineng biasanya terletak bersebelahan dengan dapur yang pada umumnya berada pada bagian depan areal rumah.

Kontributor : Kiki Oktaliani

Load More