SuaraBali.id - Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyarankan pemerintah menyaring ketat wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Bali.
Masdalina mengatakan, penyaringan wisatawan mancanegara bertujuan agar perekonomian di sektor pariwisata Bali berpengaruh secara signifikan, sekaligus tidak menambah beban adanya potensi kasus Covid-19.
"Pandemi mengajarkan pada kita dalam tanda kutip tidak murahan, artinya mereka yang datang berwisata ke Bali itu harus terpilih. Jangan lagi wisatawan yang modal nekat, yang harus dibuka itu yang terstandar," katanya dilansir laman Antara, Minggu (6/6/2021).
Hal tersebut, kata Masdalina, seperti halnya dilakukan oleh sejumlah negara di dunia yang menyaring secara ketat setiap warga negara asing yang berkunjung ke negaranya di masa pandemi Covid-19.
Dia juga memberikan catatan agar pemerintah melakukan skrining secara ketat agar jangan sampai wisatawan mancanegara malah membawa virus mutasi baru.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan saat ini hampir 50 persen dari total penduduk Bali berjumlah 4,32 juta sudah divaksinasi.
Masdalina menyebutkan, jumlah 50 persen warga Bali yang sudah divaksin dan sebagian besar bekerja di sektor pariwisata, belum cukup untuk menciptakan kekebalan kelompok.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, setidaknya 70 persen dari populasi harus divaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok.
Seperti diketahui pemerintah berencana membuka pariwisata Bali secara penuh termasuk untuk wisatawan mancanegara mulai Juli 2021. Untuk mempersiapkan hal tersebut, pemerintah menggenjot vaksinasi kepada para pelaku pariwisata di Bali hingga 70 persen dari populasi penduduk.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun 19,33 Persen di April 2021
Berita Terkait
-
Daftar Tempat Wisata di Bali: Pantai Kuta hingga Seminyak
-
Jalani Sidang, Rizieq Hadirkan Saksi Ahli; Epidemiolog hingga Ahli Bahasa
-
Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Ini Saran Epidemiolog untuk Satgas
-
Ini Saran Epidemiolog untuk Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19
-
Hindari Ledakan Kasus Covid-19, Epidemiolog Sarankan Penguasaan Data
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang
-
50 Bikkhu Akan Berjalan dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi