SuaraBali.id - Ada pemandangan tak lazim jika pengendara motor atau mobil melintasi jembatan di jalur bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) II sekitar perbatasan Kota Mataram dan Lombok Barat.
Di sisi jalan terbentang spanduk, berisi tulisan yang cukup unik. "Dilarang Pacaran di Sini...!!! Banyak Setan Antisipasi Begal".
Spanduk tak biasa yang ditujukan untuk para pasangan muda mudi yang lagi kasmaran ini, ternyata adalah hasil kreasi yang dipasang oleh Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Barat.
Bahwa lokasi ini kerap jadi tempat pacaran pasangan muda mudi. Aktivitas kasmaran di lokasi yang remang remang dan sepi ini memancing kejahatan.
"Kita imbau agar tidak pacaran di lokasi itu,” kata Kasatlantas Polres Lombok Barat, Iptu Rita Yuliana, Senin (31/5), sebagaimana dilansir dari Beritabali.com.
Kasat Lantas yang mahir bahasa Mandarin ini mengimbau, kepada pengendara muda-mudi untuk tidak berkencan di Jembatan jalur BIL II Gerung-Mataram tersebut. Karena itu pihaknya pun memasang spanduk larangan pacaran untuk upaya preventif.
Menurut Rita, pacaran memang hak setiap orang. Namun, apabila berpacaran di lokasi gelap dan sepi seperti di Jembatan jalur BIL II Gerung-Mataram bisa saja mengundang aksi kejahatan seperti begal dan aksi kejahatan lainnya.
"Pacaran boleh saja. Asalkan tidak menjadi korban kejahatan dan korban kecelakaan. Untuk itu tetap jaga moral dan tata tertib,” kata Rita.
Rita pun mengimbau bagi semua pengendara yang melintas di Jembatan BIL II Gerung-Mataram untuk selalu menaati tata tertib aturan berlalulintas.
Baca Juga: Ayah Muda Gantung Diri karena Susah Tidur di Lombok Barat
Berita Terkait
-
Ayah Muda Gantung Diri karena Susah Tidur di Lombok Barat
-
Polemik Sirkuit Mandalika dan Tudingan Pelanggaran HAM oleh PBB
-
Sampah Menumpuk Pasca Banjir Rob di Pantai Loang Baloq Mataram
-
Gadis Lombok Dihamili bapak Sendiri, Dicekoki Miras Sampai Keguguran
-
Satu Keluarga Dituduh Dukun Santet di Lombok Tengah Disumpah di Musala
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi