SuaraBali.id - Wali Kota Solo Gibran dibela Ganjar, Gubernur Jawa Tengah karena pecat Lurah Gajahan Suparno dengan alasan pungli. Nah, di sisi lain, warga Solo melawan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pernyataannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Gibran tegas menangani kasus dugaan pungutan liar atau pungli di Kelurahan Gajahan.
Ganjar menilai ketegasan itu layak ditiru dan dijadikan peringatan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di lingkungan pemerintah.
Ganjar pun mewanti-wanti para pejabat publik untuk tidak menerima apalagi meminta uang maupun bingkisan menjelang Lebaran ini.
Tak hanya tindakan Gibran mencopot Lurah Gajahan, Suparno, Ganjar juga mengapresiasi tindakan Gibran meminta maaf pada masyarakat serta mengembalikan uang pungli itu kepada para pemilik toko.
Dalam kasus pungli yang menyeret Lurah Gajahan, Solo, Suparno, itu total ada 145 toko yang dimintai uang dengan dalih zakat Lebaran. Total uang yang terkumpul mencapai Rp11,5 juta.
Gibran bersama Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryanto, langsung berkeliling ke pertokoan kawasan Gajahan untuk mengembalikan uang yang dipungut petugas Linmas Gajahan seperti dilansir Solopos.com, Minggu (2/5/2021).
"Saya kira bagus ya, kalau kesadaran dari penyelenggara pemerintahannya seperti itu. Masyarakat akan merasakan hadirnya negara di tengah-tengah mereka," ungkap Ganjar dikutip Detikcom dari keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).
Menurut Ganjar, sejauh ini sudah banyak pejabat yang menunjukkan ketegasan seperti Gibran dalam kasus pungli yang menyeret Lurah Gajahan, Solo.
Baca Juga: Gubernur Ganjar Dukung Ketegasan Gibran Copot Lurah yang Terlibat Pungli
Misalnya Wali Kota Medan, Bobby Nasution, memecat oknum lurah yang melakukan pungli. Begitu juga Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang menindak aksi pungli.
"Bahkan sampai Kediri. Mas Dhito [Hanindhito-Bupati Kediri] juga sidak parkir liar dan ditindak, pungli dikembalikan semuanya," terang Ganjar.
Lebih lanjut, Ganjar berharap seluruh kepala daerah bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ia menyarankan kepala daerah membuat kanal-kanal laporan agar masyarakat mudah mengakses dan menyampaikan masukan dan keluhan.
Ganjar meyakini dengan tren kepala daerah yang tegas, masyarakat akan semakin banyak melapor saat ada perilaku oknum pejabat yang tidak tepat.
"Itu yang kita semua harapkan, karena terasa betul reformasi birokrasi yang dilakukan," cetus Ganjar.
Spanduk protes
Tag
Berita Terkait
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
50 Bikkhu Akan Berjalan dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya