SuaraBali.id - Kerabat almarhum Ki Galang Pamungkas atau yang lebih dikenal sebagai Manusia Baygon, I Wayan Sudiana menepis isu miring yang mengelilingi kematian sahabatnya itu.
Jro Barak, sapaan akrab I Wayan Sudiana, mengatakan bahwa Ki Galang Pamungkas atau yang memiliki nama asli I Wayan Merta meninggal karena serangan jantung.
Dia menepis anggapan bahwa Ki Galang Pamungkas tewas karena mengonsumsi caran pembasmi serangga sebagaimana terlihat dalam rekaman video yang beredar di dunia maya.
"Kesehariannya, Ki Galang baik tidak seperti orang kira minum baygon dia sombong itu tidak, sopan sekali," kata Jro Barak dikutip dari BeritaBali --jaringan Suara.com, Selasa (4/5/2021).
"Makanya dia dijadikan Penasihat di Korlap Tapak Jimbaran. Dia juga royal, orangnya setia ada kegiatan apa rajin kumpul dia, membantu orang sakit dan lain-lain, dia juga orang terang (pawang hujan-red)," tambahnya.
Sementara itu, adik Ki Galang Pamungkas, I Nyoman Saputra menuturkan jika video almarhum menyemprotkan cairan pembasmi serangga itu sudah dibuat beberapa tahun yang lalu, namun ia tidak mengetahui persis tempat dan kapan video itu dibuat.
"Video sudah lama, sekitar 2 atau 3 tahun lalu. Tapi saya tidak tahu persis kapan dan dimana video itu dibuat," ungkap Nyoman Saputra meluruskan.
"Setelah itu sudah tidak pernah lagi karena dari pihak keluarga tidak mengijinkan untuk mengonsumsi baygon," tutur Adik Ki Galang Pamungkas tersebut, Senin (3/4/2021).
Baca Juga: Ki Galang Pamungkas, Manusia Baygon Bali Tewas Diduga karena Uji Kesaktian
Berita Terkait
-
Upacara Ngaben Kru KRI Nanggala Kapten Gede Kartika Tunggu Hasil Evakuasi
-
Dikira Boneka, Mayat Bayi Mengapung di DAM Tanah Putih
-
Wisata Bali: Tari Tradisi Mekotek atau Ritual Ngerebeg di Desa Munggu Bali
-
Manusia Baygon Ki Galang Pamungkas Meninggal Dikenal Guru Spiritual Bali
-
Ki Galang Pamungkas Tewas Kena Serangan Jantung, Bukan Semprot Baygon
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN