SuaraBali.id - Keluarga I Wayan Merta atau Ki Galang Pamungkas menyatakan si manusia Baygon tewas karena serangan jantung. Ki Galang Pamungkas meninggal Bukan karena semprotkan baygon ke mulut.
Meski Ki Galang Pamungkas dikenal sebagai manusia yang sering semprotkan baygon ke mulut.
Ki Galang Pamungkas merupakan salah satu penasehat spiritual ormas di Bali. Ki Galang Pamungkas meninggal dunia, Minggu (2/5/2021) di salah satu rumah sakit di Jimbaran.
I Nyoman Saputra selaku adik Ki Galang Pamungkas menegaskan kematian kakaknya bukanlah karena sering menyemprotkan cairan pembasmi serangga seperti yang dihembuskan pada video yang viral di media sosial.
Melainkan, lanjutnya, karena serangan jantung. Hal ini diperkuat dari hasil rekaman medis di rumah sakit.
"Saya selaku adiknya tidak membenarkan Ki Galang meninggal karena baygon. Beliau meninggal karena serangan jantung," ujarnya, Senin (3/5/2021) sembari menyebut bahwa meninggalnya kakak pada 2 Mei 2021 jam 06.15 WITA di Rumah Sakit Bali Jimbaran.
Sebelum meninggal, kata dia, almarhum sempat melakukan aktivitas biasanya seperti membuat lawar bersama rekannya dan menemani anaknya.
Terkait video yang viral ketika almarhum memperagakan menyemprot baygon di mulut, ia menyebutkan video tersebut sudah lama sejak beberapa tahun yang lalu.
Namun ia tidak mengetahui persis tempat dan kapan video itu dibuat.
Baca Juga: Ki Galang Pamungkas, Manusia Baygon Bali Tewas Diduga karena Uji Kesaktian
"Video sudah lama, sekitar 2 atau 3 tahun lalu. Tapi saya tidak tahu persis kapan dan dimana video itu dibuat," ungkap Nyoman Saputra sembari mengimbau agar membantu mengklarifikasi informasi yang simpang siur beredar di media sosial lewat sambungan telepon.
Dari video tersebut, terungkap pihak keluarga tidak mengijinkan almarhum untuk melakukannya lagi.
"Setelah itu sudah tidak pernah lagi karena dari pihak keluarga tidak mengijinkan untuk mengonsumsi baygon," pungkas Saputra.
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN