SuaraBali.id - Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kali ini tujuh orang warga Banjar Anyar Sari Kangin, Desa Nusa Sari korban digigit anjing rabies.
Dilansir dari Beritabali.com, ketujuh warga tersebut digigit oleh seekor anjing kecil. Dari informasi, pemilik anjing tersebut diketahui bernama Ni Ketut Marni (50) warga Banjar Anyar Sari Kangin, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Pemilik ini sekaligus korban gigitan dari anjingnya sendiri. Adanya informasi ada kasus gigitan, Tim Respon Cepat Kasus Rabies Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana dipimpin oleh Kabid Sekwan dan Vesmafet drh. I Wayan Widarsa langsung menurunkan 4 tim yang untuk melaksanakan vaksinasi dan eliminasi selektif di 4 (empat) banjar di desa tersebut.
Menurut pemilik anjing Ni Ketut Marni saat mengatakan, dirinya digigit anjingnya sendiri di tangan kiri pada saat memberi makan.
"Sebelumnya Jembrana saya sudah diikat di kebun, pada saat saya beri makan ajingnya langsung mengigit tangan saya," ujarnya.
Atas gigitan anjingnya, dirinya langsung membawa ke Puskesmas Melaya.
"Sudah saya berobat ke Puskesmas dan dikasih suntikan vaksin rabies," katanya.
Sementara itu, Kabid Sekwan dan Vesmafet drh. I Wayan Widarsa yang memimpin kegiatan tindakan eliminasi selektif di Banjar Anyar Sari Kangin Desa Nusasari mengatakan, pihaknya dari Bidang Keswan seijin bapak Kadis mendapat informasi dari warga terjadi kasus rabies di Desa Nusasari khusus di Banjar Anyar Sari Kangin.
"Berawal anjing ini menggigit pada tanggal 24 April 2021 sebanyak 4 orang, lalu dibunuh, dikarenakan mengigit lebih dari dua orang kami curiga ada apa dengan anjing tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Balita di Palmerah yang Diserang Monyet Sempat Tak Dapat Suntik Rabies
Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung mengambilan sampel pada 24 April 2021 pada hari Senin 26 April dan dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar dan sorenya keluar hasil positif.
"Terkait hal tersebut teman kita yang ada di Kecamatan Melaya langsung sore harinya bergerak ke desa untuk memberikan informasi ke warga bahwa sample yang dikirim tersebut hasilnya positif, sehingga ada kewaspadaan kepada warga di sana," ujarnya.
Menurut Widiarsa, pihaknya melakukan tindakan eliminasi selektif dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran pada anjing yang sempat kontak dengan anjing yang positif, dan kumudian anjing liar yang tidak bisa yang dipegang untuk di vaksinasi.
"Di Desa Nusasari estimasi populasi anjing sebanyak 762 ekor, harapan kita tim yang kita turunkan pada hari ini minimal 80 persen dapat melakukan vaksinasi ajing tersebut, itu merupakan daya pengaman virus untuk tidak menyebar, kalau pun virus itu sempat menyebar, setelah divaksin anjing tersebut akan mati sendiri," imbuh dia.
Berita Terkait
-
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Berpotensi Kurangi Produksi Beras 1.129 Ton
-
Wisata Bali: Jaje Bendu "Eka Cita", Kudapan Legendaris dari Jembrana
-
KKP Evakuasi dan Lepasliarkan Lumba-lumba Terdampar di Jembrana Bali
-
Nekat! Ibu Muda di Jembrana Jual Beli Penyu Hijau, Kini Diringkus Polisi
-
Galungan, Bupati Jembrana: Semoga Ida Sang Hayang Widi Wasa Berikan Selamat
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Musim Menetas! 23 Telur King Kobra Ditemukan di Kebun Warga
-
Awas Maling! Polda NTB Terjunkan Tim Khusus Selama MotoGP Mandalika 2026
-
Menteri Hukum: Karya 100 Persen Buatan AI Tidak Dapat Perlindungan
-
BRI Junio Bawa Nuansa Mobile Legends ke Kartu Debit, Lengkap dengan Beragam Benefit Nasabah
-
Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal