SuaraBali.id - Niat Ustadz Abdul Somad atau Ustadz Somad galang dana mau beli kapal selam pangganti KRI Nanggala dianggap ngeledak oleh pegiat media sosial Husin Shihab.
Husin Shahab berpandangan bahwa penggalangan dana itu adalah sebuah ledekan. Husin Shahab pun mengkritik bahwa Ustadz seharusnya mendoakan.
"Bukannya mendoakan 53 anggota KRI Naggala 402, ini malah ngeledek. Mending jadi panutan bini mudanya dari pada jadi panutan umat!" kata Husin Shihab melalui akun Twitter-nya yang ditulis Senin kemarin.
Ustadz Abdul Somad galang dana beli kapal selam pengganti KRI Nanggala saat ingin menikah dengan Fatimah Az Zahra Salim Barabud, gadis 19 tahun asal Jombang. Ustadz Somad mau beli kapal selam lewat sumbangan yang diumumkan bersama Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.
Ustadz Somad mengajak seluruh rakyat untuk bekerja sama mengulurkan tangan untuk membangun kekuatan armada laut Indonesia.
"Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani 'Eternal Patrol', mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya," kata Ustadz Somad dalam instagramnya.
"Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402," tambahnya.
Ustadz Somad menjelaskan bahwa lautan merupakan bagian dari Indonesia yang perlu dilindungi sesuai dengan amanan UUD 1945.
"Di antara tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," kata Ustadz Somad.
Baca Juga: Sejarah KRI Nanggala 402: Perbaikan, Teknologi Hingga Usia yang Uzur
"Lautan kita yang membentang luas melebihi daratannya, dari Samudera Indonesia di barat Aceh hingga perairan Papua merupakan bagian dari wilayah negeri kita yang harus dijaga dan dilindungi, beserta kekayaan tak ternilai yang ada di dalamnya," sambungnya.
Tugas berat, kata Ustadz Somad, selama ini diemban oleh TNI Angkatan Laut yang menghadapi berbagai tantangan dari kurangnya personel dan armada, luasnya wilayah yang harus dijaga, besarnya kekayaan yang mengundang berbagai kepentingan asing, hingga penyusupan-penyusupan yang terus terjadi.
Oleh sebab itu, kini Ustadz Somad memgajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga laut.
"Lautan kita yang luas, yang pernah dijaga dengan gagah oleh Laksamana Nala, Pati Unus, Malahayati, Baabullah, dan Nuku; yang pernah diharumkan oleh kegigihan RE Martadinata hingga pengorbanan Yos Sudarso, kini menjadi amanat di pundak kita semua, agar dapat kita wariskan kepada anak cucu kita kelak," katanya.
Meski banyak yang memuji tujuan Ustadz Somad, namun ada pula yang menilai bahwa langkahnya itu sebenarnya adalah sindiran. Hal itu dapat di bawah kolom komentar unggahan tersebut.
"Ini adalah satire yang nyesek," kata @Agus8harianto.
Berita Terkait
-
Tanggal 21 April Memperingati Apa Saja? Selain Kartini Ada Hari Bakti Hiu Kencana
-
Geger Puisi 'AMUK' UAS, Kritik Keras Pemerintah: Orang Lapar, Jangan Disuruh Sabar!
-
Ustadz Abdul Somad Ikut Pamerkan Ijazah, Publik Sentil Jokowi: Padahal Segampang Ini
-
Apa Hukum Menahan Kentut Saat Shalat? Ini Penjelasan UAS!
-
Beda Tarif Ceramah Gus Miftah vs Ustadz Abdul Somad: Ajaran Soal Ucapan Natal Jadi Sorotan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali