SuaraBali.id - Mata sembab Nora Alexandra, terlihat saat ia membuka kacamata sesampainya di Lapas Denpasar, Jalan Kerobokan, Bali, Senin (30/11/2020).
Ia mengaku siap mendampingi suaminya Jerinx melewati masa-masa tersulit usai divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan dipindahkan dari lapas Polda Bali ke Lapas Kerobokan karena tersandung kasus IDI Kacung WHO.
"Saya menyambut dengan syukur semakin dekat dengan suami karena ia dipindahkan ke lapas Kerobokan, tidak jauh dari rumah saya," ujarnya kepada SuaraBali.id.
Ditanya bagaimana penjagaan usai ancaman pembunuhan yang ditujukan padanya, khususnya saat sang suami tidak bisa menjaga dan menemaninya di rumah, Nora menjawab hanya bisa pasrah.
"Penjagaan khusus tidak ada, tapi saudara-saudara saya kini banyak yang di rumah menemani dan menjaga saya. Ya kita lewati aja bareng-bareng, terus doa dan berjuang agar mas Jerinx kembali ke rumah dan menjaga dan menemani saya seperti dulu," kata model kelahiran Jember tersebut.
Sementara saat disinggung soal pekerjaan dan bagaimana kini ia menghidupi diri dan ibu serta adik-adiknya tanpa dukungan financial dari Jerinx, Nora Alexandra menjawab dengan santai.
"Semua sudah ada jalannya, semua saya kerjakan untuk memenuhi kebutuhan di rumah, ada kerjaan model, pemotretan hingga endorse," ujarnya.
Nora Alexandra menuturkan walaupun bekerja sendiri untuk memenuhi kehidupan pribadi dan keluarganya, ia tetap tidak akan lupa kewajibannya sebagai istri.
"Ya saya sementara ini harus berjuang sendiri, tapi kegiatan sehari-hari saya selain bekerja, ya juga mengurusi keperluan suami. Ya jenguk suami bawa makanan kesukaannya, salad dan makanan sehat lainnya, dan bawa buku bacaan untuk suami," ungkapnya.
Baca Juga: Pengancam Pembunuhan terhadap Istri JRX SID Minta Maaf, Pelaku Calon Dokter
Ditanya apakah ada rencana kembali ke Jakarta untuk berkarir, ia menuturkan Bali sudah menjadi rumah di mana ia dan Jerinx suami bertemu dan menikah.
Banyak hal yang dilewati bersama baik itu suka dan duka. Maka sebisa mungkin ia tetap memilih pekerjaan di Bali, selain kenyamanan juga dekat dengan suaminya.
"Belum ada rencana ke sana, nyaman di Bali dan mau menemani suami juga. Di sini juga banyak pemotretan, tapi sesekali ambil job keluar kota tapi balik lagi," katanya.
Wanita 26 tahun itu menuturkan akan tetap menunggu dan mengurusi keperluan suaminya saat dipenjara terlebih usai JPU mengajukan banding terhadap kasus Jerinx, hingga kemungkinan akan ada babak baru lagi.
"Saya akan selalu ada di sisinya, apalagi sekarang suami sedang mengurusi semua berkas untuk banding. Saya tahu ini berat untuk suami yang sudah ikhlas tapi malah kasusnya diperpanjang lagi, cuma bisa beri dukungan, dan saling menguatkan," tutur Nora Alexandra.
Sementara mengenai harapan kedepannya mengenai kasus Jerinx, Nora tidak mau berkomentar banyak. Ia mengaku akan tetap mendukung dan berdoa agar suaminya bisa bebas dan pulang ke rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Cek Promo Alas Kaki di Bawah Rp150 Ribu Jelang Idulfitri di Matahari
-
Promo SuperIndo: Belanja THR Gratis Minyak 2 L
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VIII Halaman 282: Progress Check 2
-
Hery Gunardi: Perbankan Indonesia Tetap Resilien, Namun Perlu Perkuat Mitigasi Risiko Global