SuaraBali.id - Kawasan Gianyar, Bali kini tampak berbeda. Daerah itu kini terlihat lebih bersih dan cantik.
Mulai dari Jalan Dharma Giri, Desa Buruan, Blahbatuh hingga kawasan Kota Gianyar kini memiliki taman bunganya tersendiri. Terlebih taman kini didominasi pohon bunga, dimana menuntut kebersihan yang harus dipriotitaskan.
Bahkan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra memanggil puluhan mandor kebersihan, penyapuan dan pengangkutan, Rabu (18/11) untuk melakukan serangkaian tugas itu.
Ia menjelaskan pemanggilan mandor kebersihan ini untuk memastikan seluruh mandor mengintensifkan kinerjanya, seperti aktivitas pembersihan/penyapuan taman hingga pengangkutan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Puluhan Mandor penyapuan dan pengangkutan sampah di DLH Gianyar, mendapat arahan agar kebersihan di kawasan fasilitas umum dan pertamanan kota yang kini sudah dipercantik ditingkatkan.
"Taman di kawasan kota sudah ditata ulang, akan terlihat cantik jika kebersihannya terjaga dan terpelihara," ungkapnya seperti dikutip dari beritabali.
Ia menekankan bahwa progres pembangunan di Gianyar harus sejalan dengan pelayanan kebersihan. Tidak hanya di kawasan pertamanan, namun juga di areal fasilitas umum lainnya.
"Untuk memastikan Gianyar ini indah, nyaman dan aman harus diimbangi dengan intensitas kinerja petugas penyapuan dan pengangkutan," tegasnya lagi.
Secara khusus ia juga meminta petugas pengangkutan sampah diminta untuk memastikan sampah di masing-masing TPS tidak mengusik kenyamanan.
Baca Juga: Bali Bangkit, Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional MSEAP 2021
Salah satunya dengan peningkatan intensitas pengangkutan. Sehingga tidak ada lagi penumpukan sampah di TPS, apalagi sampai meluber.
Karena itu, jadwal pengangkutan diperketat dan ditambah. Setelah pengangkutan, mandor juga diminta untuk melakukan pengecekan lagi untuk memastikan seluruh sampah terangkut dan tidak ada yang tercecer.
"Kita harus pahami, bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat akan diiringi penambahan volume sampah di TPS. Karena pembuangan sampah di TPA liar kini sudah berkurang," terangnya.
Demikian pula pada petugas penyapuan, di kawasan kota harus tetap menjaga kebersihan wilayah kerjanya.Tidak boleh ada sampah berceceran di sekitar taman dan fasum lainnya. Pelayanan penyapuan jangan hanya sekedar nyapu dan sekedar lewat.
"Rute tugasnya harus benar-benar bersih," tekannya.
Kepada masing-masing petugas, Kujus juga mewajibkan membawa keranjang atau kantong sampah. Ditekankan pula, agar petugas tidak membuang sampah di selokan atau sungai karena berpotensi menuai sorotan. Karena sampah ini harus ditempatkan sementara di TPS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Wali Kota Mataram Tidak Mau Memberi Ruang Kelompok LGBT
-
Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Ini Alasan BGN
-
BRI Perluas Layanan Digital Global, Registrasi BRImo Kini Tersedia di 15 Negara
-
Teras Kapal BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM di Wilayah Kepulauan