SuaraBali.id - Senator Bali Arya Wedarkarna alias AWK menyampaikan permohonan maaf via video Instagram.
Permintaan maaf itu ditujukan kepada seluruh umat Hindu dan rakyat Bali di Nusantara, buntut dari kegaduhan yang terjadi belakangan ini.
Diketahui, dua pernyataan AWK menuai kontroversi yakni terkait simbol agama warga Nusa Penida dan seks bebas asal pakai kondom. Pernyataan itu juga memicu aksi demonstrasi.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @aryawedarkan Minggu (9/11/2020), anggota DPD RI tersebut mengaku telah mendapat nasihat dari Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng, Gianyar, untuk menyampaikan permohon maaf.
"Kepada masyarakat Bali dimanapun berada, di seluruh Nusantara. Tiyang mohon maaf, enten sesuatu kegaduhan yang disebabkan oleh penggalan-penggalan video tiyang," ujar AWK, seperti dikutip SuaraBali.id, Senin (9/11/2020).
Ia pun berharap agar permintaan maafnya diterima oleh masyarakat dan kedepannya dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
"Mari bersatu di bawah payung Hindu Darma sebagai wangsa Bali, semoga tiyang diberikan suatu pengampunan dan Astungkara menjadi sosok yang lebih baik untuk masa depan," sambungnya.
Videonya bisa ditonton di sini.
Untuk diketahui, sosok AWK menjadi sorotan setelah muncul reaksi dari sejumlah kelompok masyarakat yang menyoroti pernyataannya dalam video viral.
Baca Juga: Dipolisikan karena Boleh Seks Bebas Pakai Kondom, Senator: Silakan Saja
Dipolisikan
Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta dan seorang warga Nusa Penida melaporkan AWK Polda Bali, Jumat (30/10/2020).
Laporan tersebut terkait dugaan penodaan agama Hindu yang dilakukan oleh AWK, di mana belakangan menjadi perbincangan dan sempat mengundang aksi protes.
"Beberapa minggu lalu yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah mengeluarkan pernyataan yang diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali yang intinya diduga merendahkan Ida Bhatara Dalem Ped Nusa Penida," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa ada dua hal yang akan dilaporkan pertama terhadap simbol yang dipuja masyarakat Bali dan kedua dugaan terkait pernyataan: "seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom".
"Sekitar bulan Januari tahun 2020 lalu, yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah membuat pernyataan didepan siswa/i di SMAN 2 Tabanan, bahwa seks bebas diperbolehlan asalkan pakai kondom. Selain itu, AWK ini juga bilang yang lahir dari ibu hamil sebelum nikah akan jadi anggota ormas, jadi anak bebinjat, anak yang lahir dari neraka dan jadi orang korupsi," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar