SuaraBali.id - Tangis haru mewarnai sidang lanjutan Jerinx SID terkait perkara IDI Kacung WHO di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (20/10/2020).
Sang drummer Superman is Dead tak kuasa menahan air matanya saat mendengarkan keterangan saksi.
Pantauan Beritabali.com (jaringan Suara.com), Jerinx beberapa kali terlihat mengusap air matanya.
Hal itu terjadi saat Gusti Ayu Arianti (23) dari Mataram memberikan kesaksikan. Dia adalah seorang ibu yang kehilangan bayi saat melahirkan karena prosedur rapid test.
Dalam keterangannya, Ayu mengaku tidak mengenal Jerinx secara pribadi. Namun merasa terpanggil karena apa yang diunggah oleh Jerinx di media sosialsama jeritan suara hatinya saat kehilangan bayi dalam kandungannya.
Bedanya, Ayu merasa tidak punya keberanian untuk mengungkapkan apa yang dialaminya di media sosial.
Di hadapan majelis hakim, saksi mengaku sangat ingin memberikan kesaksian untuk menguatkan bahwa apa yang diunggah oleh Jerinx SID di media sosial menurutnya adalah sebuah kebenaran.
Ia lantas menceritakan kejadian yang dialaminya pada 18 Agustus 2020 lalu saat persalinan. Saksi mengaku sudah merasakan sakit sebelum melahirkan namun harus menjalani rapid test.
"Saat itu kandungan sudah jalan mau 9 bulan. Saya diantar suami ke RSAD Mataram, oleh petugas tidak bisa langsung ditangani dan harus prosedur untuk rapid test dahulu. Tapi petugasnya bilang tidak ada rapid tes di rumah sakit itu (RSAD Mataram). Disuruh saya rujukan ke Puskesmas," kata Ayu.
Baca Juga: Jerinx ke Ketua IDI Bali: Apakah Saya Orang Jahat dan Pantas Dipenjarakan?
Ketika tiba RSAD, Ayu mengaku sudah dalam posisi pecah ketuban. Bersama sang suami ia memohon kepada ke petugas untuk segera ditangani.
"Tapi petugas di RSAD mengaku tidak bisa karena harus melalui prosedur," sambungnya.
Selanjutnya, Ayu dan suaminya menuju ke Puskesmas Pagesangan. Di sini, mereka harus antre lagi sekitar 15 menit karena harus menjalani rapid test.
Sekitar satu jam kekuar hasil tes, mereka memutuskan untuk ke rumah sakit Permata Hati dan enggan balik ke RSAD Mataram.
"Selama proses ini, saya terus menghubungi dokter kandungan yang selama ini konsultasi. Tetapi telponnya tidak diangkat. Saya harus jalani operasi, setelah itu dikatakan jika bayi saya sudah tidak bernyawa sejak 7 hari dalam kandungan. Saya bingung dan heran, karena waktu USG dikatakan dokter sangat sehat," aku saksi sambil menangis karena bayi tersebut laki-laki dan sangat dinantikan oleh kakeknya.
Mendengar kesaksian tersebut, Jerinx yang nampak serius mendengarkan tidak hentinya mengusap air mata. Pria kealahiran 1977 itu sesekali terlihat sesenggukan dan mengusapnya dengan penutup masker yang dikenakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja