SuaraBali.id - Sebanyak 5.410 personel gabungan Polri-TNI serta jajaran Desa Adat siap mengamankan pelaksanaan pilkada di Bali.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Syamsi menuturkan para personel bertugas mengamankan 5.829 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di enam kabupaten atau kota Bali demi kelancaran Pilkada 2020.
"Jadi total personel ada 5.410 personel, yang sifatnya gabungan. Dari bawah Kendali Operasi (BKO) TNI ada 625 orang dan BKO Polda Bali 2.147 orang, sisanya di-back up personel Polres/Polresta," ujarnya kepada Antara, Selasa (9/9/2020).
Sementara pengamanan TPS terbagi menjadi beberapa klasifikasi yakni status aman, rawan dan sangat rawan dan khusus.
Untuk TPS khusus hanya ada lima lokasi. Sedangkan TPS aman ada 3.673 lokasi, TPS rawan 2.112 lokasi dan TPS sangat rawan ada 39 lokasi.
Syamsi menerangkan TPS kategori aman yaitu yang lokasinya tidak jauh dan mudah ditempuh, tidak ada konflik sosial di sana sehingga dianggap aman. Sedangkan kategori rawan itu pernah terjadi konflik sosial dan sebelumnya dan sebelumnya ada situasi kerawanan.
"Kategori sangat rawan pernah terjadi konflik sosial yang tinggi di daerahnya. Adapun TPS khusus diperuntukkan bagi masyarakat disabilitas," jelas Syamsi.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 di enam kabupaten atau kota Bali yakni Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli dan Karangasem serta Kota Denpasar.
Kategori aman, rawan dan sangat rawan sudah dibagi untuk masing-masing kabupaten atau kota yang melaksanakan Pilkada 2020 tersebut.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hari Ini, 9 September 2020
Syamsi pun berharap, saat kampanye masing-masing pasangan calon kepala daerah tidak membawa massa yang banyak dan melanggar aturan yang sudah ditetapkan.
"Untuk antisipasi kampanye, jadi semuanya tidak bergerak sendiri dan melibatkan Pemerintah Provinsi, TNI, semuanya sudah diimbau dari Mendagri bahwa semua pelaksanaan dalam Pilkada ini diharapkan tidak membawa massa yang banyak. Polri membantu apa yang jadi kebijakan gubernur sehingga bawa massa yang banyak diharapkan tidak dilaksanakan dari masing-masing calon lah ya," jelasnya memungkasi.
Berita Terkait
-
Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia
-
Kronologi Kecelakaan Maut Avanza dan Vario di Lombok: Pasutri Tewas, Bayi Luka-Luka
-
Sejumlah Perwira Polri Disebut Terima Uang dari Bupati Lombok Barat Nonaktif
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan