Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa

Liburan kuliah yang seharusnya meninggalkan kenangan indah berubah menjadi mimpi buruk bagi Haula Dwi Juliyatri Hasibuan

Muhammad Yunus
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:34 WIB
Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa
Korban selamat kabal terbakar KMP Putri Yasmin [SuaraBali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Mahasiswi bernama Aula dan sahabatnya menyelamatkan diri setelah KMP Putri Yasmin terbakar di laut pada rabu pagi.
  • Aula terombang-ambing selama empat jam di laut lepas sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh sebuah speedboat asing.
  • Sahabatnya yang bernama Indah ditemukan meninggal dunia di atas speedboat setelah terpisah akibat ombak kuat.

SuaraBali.id - Liburan kuliah yang seharusnya meninggalkan kenangan indah berubah menjadi mimpi buruk bagi Haula Dwi Juliyatri Hasibuan.

Perempuan yang akrab disapa Aula itu tak pernah menyangka perjalanan pulang dari liburan bersama dua sahabatnya di Bali akan berakhir dengan perjuangan hidup dan mati di tengah laut.

Rabu pagi, 12 Agustus 2026, KMP Putri Yasmin yang mereka tumpangi terbakar di tengah perjalanan. Dalam hitungan menit, suasana kapal berubah menjadi kepanikan.

Asap hitam pekat mengepul dan memenuhi badan kapal. Penumpang berdesakan mencari jalan keluar. Teriakan dan instruksi petugas bercampur menjadi satu.

Baca Juga:Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar

Di tengah kepanikan itu, Aula hanya punya satu pilihan. Menyelamatkan diri.

“Kami sudah sangat panik karena asap tebal bikin sesak napas. Kapal minta tunggu arahan nahkoda, tapi suasana sangat membingungkan. Ada yang menyuruh melompat, ada yang bilang bertahan,” kenang Aula saat ditemui, Kamis (13/8/2026).

Lompat ke Laut, Bertaruh Nyawa

Kondisi kapal yang semakin membahayakan membuat Aula dan dua sahabatnya mengambil keputusan paling berisiko dalam hidup mereka.

Mereka melompat ke laut.

Baca Juga:KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi

Begitu tubuh menyentuh air, perjuangan sebenarnya baru dimulai.

Laut yang luas dan gelap menjadi satu-satunya tempat mereka bertahan. Tak ada daratan di depan mata. Tak ada kepastian kapan pertolongan datang.

Selama sekitar 30 menit pertama, ketiganya berusaha tetap bersama. Mereka saling memanggil nama dan berusaha menggenggam tangan satu sama lain agar tidak terpisah.

Namun, satu nama terus mereka panggil.

Indah.

“Kami berusaha saling menggenggam tangan, tapi satu teman kami, Indah (korban meninggal), tidak bisa kami raih. Selama setengah jam kami terus berteriak memanggil Indah untuk memastikan dia tetap aman,” tutur Aula dengan suara bergetar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak