- Pemkab Badung berencana mengajukan pinjaman daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna mengatasi kemacetan.
- Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan rencana pembiayaan tersebut di Mangupura pada hari Senin, 21 September.
- Proyek infrastruktur ini didanai melalui kolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur dan BPD Bali.
SuaraBali.id - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mematangkan rencana melakukan pinjaman daerah untuk pembangunan infrastruktur khususnya jalan guna mengatasi masalah kemacetan lalu lintas.
“Usulan pembiayaan ini merupakan bagian upaya kami dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, khususnya untuk meningkatkan konektivitas wilayah tengah Badung,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Senin (21/9).
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur perlu dipersiapkan secara matang, baik dari aspek teknis maupun skema pembiayaan agar bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung konektivitas antarwilayah.
Dari sisi finansial, pinjaman yang rencananya dilakukan Pemkab Badung dirancang melalui kolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan BPD Bali.
Baca Juga:Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
Bupati Adi Arnawa menjelaskan usulan pinjaman diarahkan untuk koridor Gatot Subroto Barat–Canggu–Terminal Mengwi–Werdi Bhuana.
Selain jalan konvensional, Pemkab Badung juga melakukan kajian terhadap opsi alternatif pada kawasan dengan kepadatan tinggi termasuk konsep pembangunan jalan bawah tanah.
“Usulan ini dirancang dengan tenor selama delapan tahun yakni 2027–2035, dengan masa tenggang pembayaran bunga selama 12 bulan dan masa tenggang pokok hingga tahun ketiga pembiayaan,” jelas dia.
Ia mengungkapkan kemampuan fiskal Pemkab Badung juga dinilai sangat aman dengan indikator Debt Service Coverage Ratio (DSCR) mencapai 20,86 yang jauh di atas batas minimum 2,50.
“Kami juga memproyeksikan tambahan pendapatan asli daerah seiring peningkatan aktivitas ekonomi dari dampak proyek ini,” ungkap Bupati Adi Arnawa.
Baca Juga:Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga