- Gubernur Bali membahas pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik bersama mitra asal Tiongkok, Zhejiang Weiming, di Denpasar.
- Pembangunan fasilitas berteknologi tinggi ini ditargetkan mulai Juli mendatang dan diharapkan tuntas beroperasi sepenuhnya pada Oktober 2027.
- Proyek strategis ini bertujuan mengatasi masalah sampah di Denpasar dan Badung guna mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata.
“Kasus-kasus yang menimpa warga Tiongkok juga dapat diselesaikan dengan baik dari kami yang bergerak di bidang diplomasi, saya melihat banyak hasil nyata dari kepemimpinan Pak Gubernur selama ini,” kata Konjen Zhang.
Banyak perubahan dalam hal perkembangan pembangunan juga ia lihat dibanding saat pertama bertugas di Bali dua tahun lalu, seperti infrastruktur jalan di Buleleng dan Ubud yang membaik.
Kemudian semakin besarnya potensi komoditas buah Bali di pasar Tiongkok, terutama manggis dan salak, dan kerja sama sistem pembayaran digital antara Indonesia dan Tiongkok melalui QRIS yang menurutnya semakin memudahkan wisatawan dan transaksi lintas negara.
Konjen Tiongkok turut mengundang Gubernur Koster untuk berkunjung ke Republik Rakyat Tiongkok, termasuk ke kota teknologi seperti Shenzhen untuk memperkuat kolaborasi investasi dan transformasi digital Bali.
Baca Juga:Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel