- Kurma tetap populer saat Ramadan sebagai makanan pembuka karena nilai gizinya dan kedudukannya dalam ajaran Islam.
- Kurma disebut dalam Al-Qur'an sebagai tanda kebesaran Allah serta merupakan bagian kehidupan Rasulullah SAW.
- Nabi Muhammad SAW menganjurkan konsumsi kurma saat berbuka puasa karena buah tersebut dianggap penuh berkah.
Saat dikaitkan dengan Al-Qur’an dan hadis, disinilah anggapan ‘berkah’ dan ‘pahala sunnah’ terbentuk, kurma menjadi salah satu bagian dari kekayaan Khazanah umat muslim.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Ketika salah satu diantara kalian berbuka puasa, biarkan dia berbuka dengan kurma karena buah itu diberkahi.
Jika tidak ditemukan, biarkan dia berbuka dengan air karena itu bersih.” (HR Tirmizi)
“Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya.” (HR Muslim)
Baca Juga:Harga Cabai Rawit NTB Meroket Rp95 Ribu Jelang Ramadan, Gubernur Iqbal Siapkan Jurus Ini
“Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya,” (HR Ibnu Majah)
Dari berbagai macam dalil tersebut yang akhirnya membuat umat muslim terdorong memakan buah kurma.
Selain sebagai sumber makanan, dengan mengonsumsi kurma juga dipercaya mendapatkan pahala dan keberkahan.
Kontributor : Kanita
Baca Juga:7 Amalan Sunnah Puasa Ini Bikin Pahala Kamu Meroket