- Kuliner khas Bali wajib dicoba pengunjung, mencakup Nasi Campur yang berasal dari tradisi petani setempat
- Beberapa rekomendasi kuliner ikonik lain adalah Nasi Jinggo porsi kecil, Sate Lilit daging dililit batang serai, serta Ayam Betutu berbumbu rempah
- Rujak Kuah Pindang menawarkan keunikan rasa dengan menggunakan kuah dari rebusan ikan pindang sebagai siraman buah segar
Sate Lilit Bali merupakan masakan tradisional Bali yang dipercaya telah ada sejak lama.
Sate lilit ini umumnya memiliki ciri khas berupa daging yang dililitkan langsung pada tusuk sate, biasanya terbuat dari serai atau bambu.
Awalnya Sate lilit disajikan dalam acara adat atau perayaan khusus, namun sekarang sudah mudah ditemukan diberbagai warung makan, restoran hingga Hotel di Bali.
Sate Lilit di Bali yang cukup populer bisa ditemui di Warung Wardani Denpasar, Warung Lesehan Merta Sari Klungkung.
Baca Juga:Tips Nikmati Liburan di Bali, Dijamin Hemat dan Nyaman
Warung Nasi Ayam Bu Oki Badung, WR. Sate Lilit Men Ari Tabanan, dan Warung Muslim Sate Lilit Pekambingan Denpasar.
4. Ayam Betutu
Ayam Betutu merupakan kuliner tradisional paling ikonik di Bali yang terkenal dengan cita rasa rempah – rempahnya.
Hidangan ini berupa ayam utuh yang dimasak dengan bumbu khas Bali (base genep), kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dimasak dalam waktu lama.
‘Betutu’ sendiri dalam Bahasa Bali yakni ‘tutu’ berarti ‘dibakar’ atau ‘dipanggang’ dalam api sekam.
Baca Juga:7 Jajanan Khas Bali Paling Dicari Wajib Jadi Oleh-Oleh
Warung maupun resto yang menyediakan menu ayam Betutu di Bali cukup banyak, berikut beberapa rekomendasi menu ayam betutu yang menggugah selera.
Warung Ayam Betutu Men Tempeh (Gilimanuk), Ayam Betutu Pak Sanur (Denpasar), Warung Liku (Renon), Ayam Betutu Bu Oki (Nusa Dua dan Jimbaran) dan masih banyak lagi.
5. Rujak Kuah Pindang
Rujak Kuah Pindang merupakan salah satu makanan ringan yang mampu menarik para wisatawan di Bali.
Makanan ini berupa campuran buah segar yang disiram bumbu pedas. Berbeda dengan rujak pada umumnya yang bumbunya terbuat dari gula merah serta kacang.
Versi Bali menggunakan kuah dari rebusan ikan pindang, yang membuat rasanya menjadi unik.