Cerita Happy Salma, Kabur dari Jakarta Karena Banjir, 15 Tahun Malah Terjadi di Bali

Banjir di Bali jadi refleksi tata ruang. Happy Salma soroti izin bangunan yang longgar dan pentingnya kearifan lokal Tri Hita Karana.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 12 September 2025 | 08:00 WIB
Cerita Happy Salma, Kabur dari Jakarta Karena Banjir, 15 Tahun Malah Terjadi di Bali
Aktris Happy Salma di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (11/9/2025). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

SuaraBali.id - Keseimbangan tata ruang di Bali kini menjadi sorotan banyak orang setelah banjir besar yang melanda enam kabupaten/kota di Pulau Dewata pada Rabu (10/9/2025).

Aktris Happy Salma pun mengharapkan hal ini menjadi refleksi, izin bangunan menurutnya harus diperketat.

“Alam mengingatkan kita semua bahwa pada akhirnya keseimbangan dan izin (bangunan) itu barus diperketat lagi,” kata Happy Salma di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis.

Menantu dari Puri Ubud ini menyoroti saat ini banyak bangunan yang tidak mengindahkan aspek lingkungan, misalnya dibangun di dekat aliran sungai.

Baca Juga:Penyebab Cuaca Buruk Dan Hujan Deras di Bali Diungkap BNPB

“Saya sedih sekali. Dulu ketika di Jakarta banjir, saya kabur ke Bali karena tidak banjir, ternyata 15 tahun kemudian itu terjadi di Bali,” ucapnya.

Seniman yang juga pengusaha perhiasan ini meminta semua pihak untuk berbenah terutama terkait keseimbangan alam menyikapi bencana banjir tersebut

Tak hanya itu, kearifan lokal masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana agar selalu dipegang teguh dan dilaksanakan.

Tri Hita Karana adalah tiga hubungan harmonis manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan, dan sesama manusia.

“Nilai ekonomi penting tapi pada akhirnya ketika (alam) rusak, lebih banyak ruginya. Mungkin saatnya berbenah untuk izin bangunan terutama dan keseimbangan diri, Tri Hita Karana jadi pegangan diri,” ucapnya.

Baca Juga:Villa Mewah di Batu Belig Terbakar Hebat Akibat Sambaran Petir

Seniman berusia 45 tahun itu saat ini bermukim di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, yang dalam kondisi aman saat terjadi musibah banjir di sebagian besar wilayah Pulau Dewata.

Meski begitu, di dekat kediamannya terjadi tanah longsor.

Sebelumnya, pada Rabu (10/9) dini hari bencana banjir terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Badung, Jembrana, Gianyar dan Tabanan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban tewas hingga Kamis ini mencapai 14 orang dan dua orang dalam pencarian.

Bali saat ini berstatus tanggap darurat banjir selama satu minggu sejak ditetapkan pada Rabu (9/9). [ANTARA] 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini