Di Bawah Atap Oranye : Jejak Pendidikan TK YRPU dari Zaman Kolonial di Lombok.

Bahasa pertama yang digunakan pada saat sebagai pengantar kegiatan belajar mengajar adalah Bahasa Belanda.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 08:55 WIB
Di Bawah Atap Oranye : Jejak Pendidikan TK YRPU dari Zaman Kolonial di Lombok.
Suasana YRPU Taman Kanak-kanak di Mataram, Nusa Tenggara Barat. [Suara.com/Buniamin]

Pada mulanya para guru mengajar murid dalam satu kelas yang berjumlah 20 orang di dalam kelas pemula (voorbereidence class).

Alat yang digunakan dalam mengajar saat itu sangat sederhana.

Diceritakan, pada saat itu banyak peminat yang ingin meyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut.

Sejak berdirinya, akhirnya jumlah muridnya semakin banyak.

Baca Juga:Hantu Royalti Gentayangan di Hotel Mataram: Tagihan LMKN Membuat Pengusaha Bingung

“Hasil dari pembelajaran di sekolah kami membuat anak-anak di daerah ini memiliki kecerdasan otak dan budi pekerti yang baik,” terangnya dalam tulisan resmi riwayat singkat Taman Kanak-Kanak YPRU.

Mey menuturkan, uang sekolah yang dipungut pada saat itu tidak seberapa jumlahnya dan pendapatanya tidak mencukupi untuk membiayai pemeliharaan sekolah.

Akan tetapi, sekolah tetap berjalan terus.

“Anak-anak hasil didikan kami yang telah tamat dari Frobel School dengan gembira mereka melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi seperti ke HIS dan ELS di masa sebelum Perang Dunia II,” tuturnya.

Selanjutnya, pada masa zaman Jepang, zaman revolusi, sekolah berjalan terus.

Baca Juga:Jejak Luka di Bali: Sebelum Jepang Datang, Belanda Hancurkan Segalanya

Namun pada masa ini terjadi perubahan besar terutama pada bahasa pengantar yang digunakan dalam mengajar yang berubah dari bahasa Belanda menjadi Bahasa Indonesia.

“Pada masa Revolusi ini, sekolah kami pindah ke gedung "Mardi Bekso”.

Tempat itu diberikan secara cuma cuma oleh Pemerintah Daerah Lombok.

Tempatnya lebih besar untuk menampung murid yang semakin banyak,” katanya.

Pada tahun 1946, tentara NICA dan sekutu masuk ke Lombok. Semua gedung sekolah dan pemerintahan diambil secara paksa oleh NICA.

“Akhirnya sekolah kami ditutup untuk waktu yang tidak kami ketahui,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini