Wisatawan di Bali Diimbau Tidak Berwisata Outdoor saat Cuaca Ekstrem

Video-video banjir dari warganet memperlihatkan banjir yang menggenangi mobil yang melintas.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 07 Juli 2025 | 14:48 WIB
Wisatawan di Bali Diimbau Tidak Berwisata Outdoor saat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi cuaca ekstrem melanda Pematangsiantar, Sumatera Utara. [Antara]

Pasalnya, dia menilai jika pembangunan yang marak dinilai dapat mempersempit sungai.

Selain itu, sampah yang dapat menyumbat gorong-gorong juga menjadi penyebab banjir dengan cepat di beberapa titik di Bali.

“Sebenarnya bukan karena hujan terjadi banjir itu, karena manusianya dalam proses pembangunan,” ujar Teja.

“Jadi sungai-sungai menyempit krn proses perumaham, gorong-gorong aliran air juga disumbat tidak terintegrasi, sampah juga menyumbat, itu penyebabnya,” paparnya.

Baca Juga:Bima Arya Didatangi Para Pengusaha Plastik Untuk Adukan Kebijakan Gubernur Bali

Mengingat saat ini masih dalam periode wisatawan untuk berlibur, Teja juga memberikan imbauan bagi wisatawan jika menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Bali.

Dia meminta para wisatawan untuk mengetahui titik rawan bencana di Bali.

Teja menjelaskan jika pihaknya sudah memetakan sejumlah titik rawan bencana yang tersebar di semua kabupaten dan kota di Bali.

Dia juga mengimbau agar tidak bepergian ke tempat wisata outdoor jika kondisi cuaca ekstrem.

“Bagi wisatawan peringatan dininya diwaspadai, karena wisatawan bukan orang lokal jadi aware (waspada) terhadap daerah rawan di sebelah mana,” ungkapnya.

Baca Juga:29 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Masih Hilang di Lautan Selat Bali

“Misal kalau cuaca ekstrem tidak perlu ke objek-objek outdoor kecuali ada rekomendasinya,” tambah dia.

Namun demikian, dia juga meyakini tempat wisata outdoor sudah memiliki standar operasional untuk menutup tempat wisatanya apabila terjadi cuaca ekstrem untuk menghindari adanya kecelakaan di tempat wisata.

“Beberapa tempat wisata sudah punya SOP misal Monkey Forest, kalau cuaca ekstrim mereka akan tutup Monkey Forest-nya. Setiap pengelola pariwisata sebaiknya kami imbau komunikasi dengan wisatawannya,” papar Teja.

Kejadian yang tidak diinginkan sendiri pernah terjadi di Monkey Forest, Ubud, Gianyar pada Desember 2024 lalu.

Kondisi cuaca ekstrem hujan dan angin kencang saat itu membuat pohon tumbang di sana.

Pohon tersebut menewaskan dua wisatawan yang berasal dari Perancis dan Korea Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini