Pasalnya, dia menilai jika pembangunan yang marak dinilai dapat mempersempit sungai.
Selain itu, sampah yang dapat menyumbat gorong-gorong juga menjadi penyebab banjir dengan cepat di beberapa titik di Bali.
“Sebenarnya bukan karena hujan terjadi banjir itu, karena manusianya dalam proses pembangunan,” ujar Teja.
“Jadi sungai-sungai menyempit krn proses perumaham, gorong-gorong aliran air juga disumbat tidak terintegrasi, sampah juga menyumbat, itu penyebabnya,” paparnya.
Baca Juga:Bima Arya Didatangi Para Pengusaha Plastik Untuk Adukan Kebijakan Gubernur Bali
Mengingat saat ini masih dalam periode wisatawan untuk berlibur, Teja juga memberikan imbauan bagi wisatawan jika menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Bali.
Dia meminta para wisatawan untuk mengetahui titik rawan bencana di Bali.
Teja menjelaskan jika pihaknya sudah memetakan sejumlah titik rawan bencana yang tersebar di semua kabupaten dan kota di Bali.
Dia juga mengimbau agar tidak bepergian ke tempat wisata outdoor jika kondisi cuaca ekstrem.
“Bagi wisatawan peringatan dininya diwaspadai, karena wisatawan bukan orang lokal jadi aware (waspada) terhadap daerah rawan di sebelah mana,” ungkapnya.
Baca Juga:29 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Masih Hilang di Lautan Selat Bali
“Misal kalau cuaca ekstrem tidak perlu ke objek-objek outdoor kecuali ada rekomendasinya,” tambah dia.
Namun demikian, dia juga meyakini tempat wisata outdoor sudah memiliki standar operasional untuk menutup tempat wisatanya apabila terjadi cuaca ekstrem untuk menghindari adanya kecelakaan di tempat wisata.
“Beberapa tempat wisata sudah punya SOP misal Monkey Forest, kalau cuaca ekstrim mereka akan tutup Monkey Forest-nya. Setiap pengelola pariwisata sebaiknya kami imbau komunikasi dengan wisatawannya,” papar Teja.
Kejadian yang tidak diinginkan sendiri pernah terjadi di Monkey Forest, Ubud, Gianyar pada Desember 2024 lalu.
Kondisi cuaca ekstrem hujan dan angin kencang saat itu membuat pohon tumbang di sana.
Pohon tersebut menewaskan dua wisatawan yang berasal dari Perancis dan Korea Selatan.