SuaraBali.id - Hujan lebat yang terjadi Minggu (6/7/2025) kemarin mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Kota Mataram.
Kondisi parah terjadi di salah satu perumahan elit di Kota Mataram. Sekitar 20 unit mobil rusak akibat terendam dan terbawa arus.
Pasca banjir, warga di BTN Riverside sibuk membersihkan bekas lumpur yang masuk dibantu oleh aparat TNI.
Barang-barang miliknya dipindahkan mulai dari sofa terutama yang bisa selamatkan.
Baca Juga:Dokter Forensik Tak Ada di Lombok, Jenazah Juliana Marins Terpaksa Dibawa ke Bali
Salah seorang korban banjir Made Ayu mengatakan bencana banjir baru pertama kali terjadi di perumahannya.
Sebelum berhasil dievakuasi, dia mengaku terjebak di dalam rumah selama 15 menit.
![Kondisi pasca banjir di BTN Riverside Kelurahan Mayura Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat [Suara.com/ Buniamin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/70303-banjir-mataram.jpg)
"Anjing saya berenang kayaknya mencari Satpam dan akhirnya ke sini dan boleh melihat saya di jendela," katanya (7/7/2025) pagi.
Ia menuturkan, pada hujan terjadi air yang masuk sekitar 10 cm. Namun air besar tiba-tiba masuk dan langsung dan merendam rumah miliki warga.
"Saya keluar matiin saklar biar tidak ke setrum. Saya balik ke kamar ambil handphone dan tiba-tiba langsung besar," tuturnya.
Baca Juga:Misteri Evakuasi Rinjani: Benarkah Helikopter Basarnas Tak Mampu Menjangkau?
Banjir yang terjadi mengakibatkan satu unit mobil miliknya terbawa arus dan saat proses wawancara ini berlangsung, masih berada di tengah sungai.
Surat-surat berharga disebutnya disimpan di dalam mobil dan baru satu yang sudah ditemukan.
"Semua BPKB dan baru satu STNK yang ditemukan," katanya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti kerugian yang dialami. Karena hampir sebagian besar barang elektronik yang dimiliki rusak.
Sementara itu, warga lainnya Chuan mengatakan air yang masuk kerumahnya sekitar 2 meter.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bencana banjir yang merendam rumahnya karena sedang berada di luar.