Hadiah yang Paling Disukai Masyarakat Bali : Uang, Sembako Dan Perbaikan Tempat Ibadah

Dikhawatirkan angka yang bertumbuh itu semakin lama dapat menjadi budaya di masyarakat Bali.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 18 Maret 2025 | 07:53 WIB
Hadiah yang Paling Disukai Masyarakat Bali : Uang, Sembako Dan Perbaikan Tempat Ibadah
Ilustrasi paket sembako [Shopee]

Terlebih, dikhawatirkan angka yang bertumbuh itu semakin lama dapat menjadi budaya di masyarakat Bali.

Selain itu, budaya tersebut tidak hanya berdampak bagi pemilih, namun juga berdampak bagi calon peserta pada Pemilu.

Karena, biaya berpolitik bisa menjadi bertambah dengan tingginya kebutuhan untuk menggunakan politik uang.

“Saya menyepakati bahwa sesuatu hal yg permisif akan menjadi kebiasaan dan ketika kebiasaan akan jadi proses budaya,” ujar Komisioner KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Baca Juga:Trans Metro Dewata Hidup Lagi, Rp 16 Miliar Digelontorkan Oleh Pemkot Denpasar

“PR besar lagi kami penyelenggara Pemilu. Tentu saja PR besar juga bagi peserta Pemilu karena kalau dibiarkan tentu cost (biaya) politik akan tinggi,” imbuh dia.

Di samping itu, John juga menilai harus menganalisa soal pengertian politik uang yang dipahami masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan bisa jadi ada perbedaan pemahaman politik uang secara hukum dengan yang dipahami masyarakat.

Dia menjelaskan jika secara Hukum Pemilu, politik uang baru bisa dihitung sejak seseorang sudah ditetapkan menjadi calon atau paslon pada Pemilu.

Namun, dia menilai pemahaman yang ada di masyarakat bisa berbeda.

Baca Juga:Penyebab Penumpang Dan Penerbangan Domestik di Bali Turun Hingga 11 Persen

Dia mencontohkan figur-figur politik yang kerap memberi sumbangan atau dana punia untuk membangun tempat ibadah atau upacara adat di luar tahapan Pemilu.

Sumbangan tersebut dapat dinilai oleh sebagian masyarakat sebagai politik uang, meski secara hukum Pemilu tidak termasuk.

“Jadi sebenarnya sebatas mana pengertian money politic itu berlaku. Takut saya masyarakat menganggap ketika orang jauh-jauh hari menyumbang, dia sudah menyatakan itu masuk kategori money politic,” tuturnya.

Kajian tersebut juga menuangkan beragam temuan yang menggambarkan penilaian masyarakat Bali terhadap Pilgub 2024 lalu seperti jangkauan masa kampanye, sosialisasi politik, dan pemilihan kandidat.

Secara umum, 80,3 persen responden juga menilai pelaksanaan Pilgub Bali 2024 berjalan demokratis.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini