Bukan Karena Cuaca, Partisipasi Pemilih Pilkada di Bali Turun Karena Fenomena Golput Tinggi

Subanda menilai bila terjadi penurunan partisipasi pemilih, hal itu bukan kesalahan penyelenggara .

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 04 Desember 2024 | 09:16 WIB
Bukan Karena Cuaca, Partisipasi Pemilih Pilkada di Bali Turun Karena Fenomena Golput Tinggi
Pengamat politik Universitas Pendidikkan Nasional, I Nyoman Subanda [Dokumentasi]

SuaraBali.id - Hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Bali saat pemungutan suara Pilkada 2024 bulan lalu diduga menjadi salah satu faktor menghalangi pemilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, cuaca buruk disebut membuat sejumlah pemilih kesulitan menuju TPS, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi pemilih.

Namun pengamat yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pendidikan Nasional (FISIP Undiknas), I Nyoman Subanda membantah prediksi KPU ini.

Menurutnya partisipasi pemilih rendah karena fenomena golput politik, alih-alih akibat cuaca buruk.

Baca Juga:Viral, Bangkai Paus 7 Meter Terdampar di Pantai Legian

“Banyak pemilih merasa tidak tertarik dengan pilihan calon yang ada.Beberapa pemilih bahkan menyatakan bahwa calon-calon yang muncul tidak cukup meyakinkan atau belum memiliki visi yang dapat menyentuh kebutuhan masyarakat," jelasnya Selasa (3/12/2024).

Menurutnya di beberapa titik Denpasar dan wilayah Bali lainnya justru cerah saat pemungutan suara. Selain itu faktor lain adalah karena kesibukan pemilih yang membuat mengabaikan hak pilihnya.

"Ya saya rasa kecil faktornya jika hujan menjadi penyebab utama turunnya partisipasi pemilih," ucapnya.

Subanda menilai bila terjadi penurunan partisipasi pemilih, hal itu bukan kesalahan penyelenggara atau pemerintah, melainkan lebih kepada tanggung jawab partai politik.

"Partai politik harus lebih selektif dalam memilih calon yang dapat mewakili kehendak masyarakat. Pemilihan calon yang kurang tepat dapat berpengaruh pada rendahnya elektabilitas, yang akhirnya mempengaruhi partisipasi pemilih," bebernya.

Baca Juga:Berniat Atraksi Lompat Setelah Minum Bir, Bule Selandia Baru Jatuh ke Tebing di Ungasan

Kedepannya menurut Subanda, parpol harus melakukan kaderisasi lebih baik untuk mendapatkan pemimpin berkualitas, yang bisa memahami dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini