Gaya hidup masa kini: Iklan sering menampilkan gambar-gambar atau video yang menggambarkan gaya hidup mewah dan glamor. Selain itu kerap juga menampilkan kebiasaan anak muda masa kini, seperti halnya quotes galau dan cinta.
Emosi positif: Iklan juga dapat menggunakan gambar atau video yang mengundang emosi positif, seperti kegembiraan atau kemenangan.
3. Bahasa Persuasif
Kata-kata kunci: Iklan sering menggunakan kata-kata kunci seperti "cepat kaya," "mudah menang," atau "bonus besar."
Baca Juga:Jangan Terjebak, Hoaks Berulang Tentang Kapal Tenggelam Menyebut Lokasi di Bali
Urgensi: Iklan juga dapat menciptakan rasa urgensi dengan menggunakan frasa seperti "waktu terbatas" atau "segera daftar."
4. Testimoni Palsu
Pengalaman positif: Iklan sering menampilkan testimonial palsu dari orang-orang yang mengaku telah meraih kemenangan besar.
Endorsement selebriti: Beberapa iklan juga dapat menggunakan endorsement palsu dari selebriti atau tokoh terkenal.
5. Link ke Situs Judi Online
Baca Juga:Awas, Penipuan di WhatsApp Mencatut Nama Pejabat Daerah Bali Menjelang Pilkada
URL mencurigakan: Iklan biasanya mengarahkan pengguna ke situs judi online dengan URL yang mencurigakan atau tidak jelas.