Prebunking : Awas Iklan Judi Online Menyaru Konten Anak Muda di Medsos

Iklan judi online di media sosial telah menjadi masalah yang semakin serius.

Eviera Paramita Sandi
Minggu, 01 September 2024 | 07:00 WIB
Prebunking : Awas Iklan Judi Online Menyaru Konten Anak Muda di Medsos
Ilustrasi judi online. [Dok.Antara]

Gaya hidup masa kini: Iklan sering menampilkan gambar-gambar atau video yang menggambarkan gaya hidup mewah dan glamor. Selain itu kerap juga menampilkan kebiasaan anak muda masa kini, seperti halnya quotes galau dan cinta.

Emosi positif: Iklan juga dapat menggunakan gambar atau video yang mengundang emosi positif, seperti kegembiraan atau kemenangan.

3. Bahasa Persuasif

Kata-kata kunci: Iklan sering menggunakan kata-kata kunci seperti "cepat kaya," "mudah menang," atau "bonus besar."

Baca Juga:Jangan Terjebak, Hoaks Berulang Tentang Kapal Tenggelam Menyebut Lokasi di Bali

Urgensi: Iklan juga dapat menciptakan rasa urgensi dengan menggunakan frasa seperti "waktu terbatas" atau "segera daftar."

4. Testimoni Palsu

Pengalaman positif: Iklan sering menampilkan testimonial palsu dari orang-orang yang mengaku telah meraih kemenangan besar.

Endorsement selebriti: Beberapa iklan juga dapat menggunakan endorsement palsu dari selebriti atau tokoh terkenal.

5. Link ke Situs Judi Online

Baca Juga:Awas, Penipuan di WhatsApp Mencatut Nama Pejabat Daerah Bali Menjelang Pilkada

URL mencurigakan: Iklan biasanya mengarahkan pengguna ke situs judi online dengan URL yang mencurigakan atau tidak jelas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak