Retribusi Naik dari Rp25 Ribu Jadi Rp600 Ribu, Pedagang Taman Loang Baloq Menjerit

Nilai retribusi yang dibebankan kepada para pedagang dinilai terlalu besar.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 20 Juni 2024 | 15:29 WIB
Retribusi Naik dari Rp25 Ribu Jadi Rp600 Ribu, Pedagang Taman Loang Baloq Menjerit
Pedagang di Taman Laong Baloq, Sekarbela, Mataram, Kamis (20/6/2024) [suara.com/buniamin]

Lapak yang dibuat saat ini tepat di pesisir pantai. Lokasi ini dinilai cukup strategis untuk meningkatkan jumlah pembeli. Sehingga dalam sehari omzet yang didapatkan yaitu sebesar Rp150 ribu bahkan mencapai Rp1 juta tergantung tingkat kunjungan.

“Kalau ramai ini pada saat lebaran saja. Karena kalau sekarang sepi karena yang masuk bayar. Jadi meski dalam Makam Loang Baloq ramai tapi jarang ada yang ke sini masuk ke taman,” katanya.

Para pedagang berharap kondisi bisa kembali seperti semula yaitu pembayaran kebersihan. Namun jika penarikan retribusi lapak ini tetap diberlakukan namun bisa dikurangi yaitu bisa menjadi Rp100 ribu atau Rp200 ribu per bulan.

“Kalau bisa kurang lah ya. Kalau di sini yang sepinya itu tidak dihitung. Kan kalau puasa itu sebulan kita tidak jualan,” harapnya.

Baca Juga:679 Jemaah Haji Asal Mataram Berada di Arafah Laksanakan Puncak Ibadah Haji

Kontributor : Buniamin

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak