Keributan Warga dari NTT di Bali Selalu Viral, Kesbangpol Coba Pendekatan Jalur Ormas

Kepala Badan Kesbangpol Bali I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat berupaya meminimalkan potensi keributan.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 19 April 2024 | 18:09 WIB
Keributan Warga dari NTT di Bali Selalu Viral, Kesbangpol Coba Pendekatan Jalur Ormas
Ilustrasi perkelahian. [shutterstock]

SuaraBali.id - Keributan yang melibatkan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali selalu viral dan menyebabkan perbincangan panjang di media sosial. Adapun kejadian-kejadian tersebut seperti perkelahian disinyalir terjadi secara sporadis dan merupakan aksi spontan.

Kepala Badan Kesbangpol Bali I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat berupaya meminimalkan potensi keributan yang melibatkan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggandeng organisasi masyarakat (ormas) Flores Sumba Timor Alor (Flobamora).

“Kami sudah terus mengadakan pendekatan lewat ormas seperti sekarang Flobamora (ormas diaspora NTT di Bali), kami terus mengadakan pendekatan dan mereka pun meyakinkan kepada kami,” katanya, Jumat (19/4/2024).

Perkelahian yang terjadi antarwarga asal Sumba yang banyak terjadi belakangan ini di Bali membuat Kesbangpol Bali menilai pentingnya melibatkan ormas lokal sebagai penengah agar kejadian seperti ini tak terus terulang.

Baca Juga:DPRD Kota Denpasar Apresiasi Capaian Kinerja LKPJ Wali Kota Tahun 2023

“Ke depan akan kami terus usahakan untuk pendekatan-pendekatannya sehingga diselesaikan secara adat atau kekeluargaan,” katanya.

Menurut Kesbangpol, kejadian seperti perkelahian yang melibatkan kumpulan warga Nusa Tenggara Timur itu, namun ditemukan bahwa mereka bukan ormas melainkan aksi spontan perorangan.

Bila mereka tergabung dalam organisasi masyarakat semestinya cenderung disiplin karena terorganisir, selain itu jumlah mereka tak banyak.

"Yang selama ini terjadi, setiap perkelahian orang-orang tersebut selalu viral di media sosial sehingga terlihat sebagai ormas dari daerah tertentu karena ciri khasnya mirip. Sampai saat ini saya belum lihat ada yang indikasi  mengarah kepada kelompok atau ormas tertentu, jadi masih sporadis, beberapa orang karena boleh dikatakan solidaritas pertemanan atau suku dan lain sebagainya,” kata dia.

Ia pun mengaku akan terus melakukan pendekatan yang juga melalui Satpol PP, TNI, Polri

Baca Juga:Sering Buat Onar, Imigrasi Ngurah Rai Bali Tangkap WNA Aljazair

“sudah mencoba juga pendekatan dengan memanggil tokoh-tokoh masyarakat dari masing-masing," katanya.  (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini