“Ini kita buat sendiri. Janur saja yang kita beli dan itupun hanya mahal,” katanya.
Sementara pedagang yang lain, Yus mengatakan dalam sehari omzet yang diperoleh mencapai Rp2 juta. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski jenis jualan yang sama namun tetap habis terjual.
“Saya mulai jualan itu pagi jam 08.00 wita sampai malam nanti. Habis ini sudah. Yang kita jual sama saja ini sepanjang jalan ini,” katanya.
Menu saat lebaran topat rata-rata sama. Selama ini keberadaan pedagang yang menggunakan trotoar tersebut tidak diusir petugas. Pasalnya aktivitas jualan yang dilakukan hanya pada waktu tertentu saja.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran di Lombok Diperkirakan Pada 15 April
“Kita tetap jualan di sini setiap tahun terutama pada saat Lebaran Topat. Kalau di hari lain trotoar ini sepi (tidak ada yang berjualan red),” katanya.
Salah seorang pembeli, Ika mengatakan lebih memilih membeli yang sudah jadi. Karena sebagai karyawan swasta dirinya mengaku tidak cukup waktu untuk membuat ketupat dan menu yang lain.
"Ini lebih praktis saja. Tinggal kita beli sesuai kebutuhan. Rasanya juga enak," katanya.
Kontributor : Buniamin