Angka Kasus Bunuh Diri Tinggi, NTT Butuh Psikolog di Puskesmas

Ia menyebut masalah sehari-hari bisa saja menjadi pemicu terganggunya mental seseorang dan sudah sangat wajar bila dikonsultasikan ke psikolog.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 07 November 2023 | 14:01 WIB
Angka Kasus Bunuh Diri Tinggi, NTT Butuh Psikolog di Puskesmas
Ilustrasi ketidaknyamanan psikologis (Pexels.com/SHVETS production)

SuaraBali.id - Tingginya angka kasus bunuh diri di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat kebutuhan tenaga psikolog di layanan kesehatan daerah tersebut dirasa sangat perlu.

Tujuannya tentu untuk melayani konseling kesehatan mental hingga akhirnya bisa meredam angka bunuh diri.

Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (FKM Undana), Indra Y. Kiling saat ditemui digtaara.com -jaringan suarabali.id di ruang kerjanya, Selasa 7 November 2023 menyebut bahwa layanan ini sudah bukan merupakan hal tabu, kata dia, justru perlu ada untuk mendampingi perkembangan peradaban manusia modern seperti saat ini.

Adanya psikolog di tiap-tiap puskesmas yang bisa dijangkau masyarakat memungkinkan untuk meredam tingkat stres atau depresi akibat permasalahan rumah tangga, ekonomi, maupun berbagai hal lainnya, hingga menekan keinginan untuk bunuh diri.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) NTT sendiri sebelumnya pernah merangkum data desa menurut keberadaan korban bunuh diri.

Pada 2018 lalu ada 158 desa di NTT yang memiliki kasus bunuh diri dan tertinggi di Flores Timur dengan 18 desa.

Nyaris seluruh kabupaten di NTT memiliki 1 hingga belasan desa dengan kasus bunuh diri terkecuali Sabu Raijua yang tanpa kasus sama sekali tahun itu.

Pada 2021 lalu BPS NTT mencatat adanya 145 desa yang ada di kabupaten/kota di NTT dengan kasus bunuh diri.

Kabupaten terbanyak kasus bunuh diri adalah Flores Timur yaitu di 21 desa dan Sumba Barat Daya dengan 20 desa. Sepanjang 2021 itu hanya Lembata dengan 1 desa yang terjadi kasus bunuh diri.

"Sorotannya sudah banyak sekali. Perlu ada psikolog di puskesmas, di pustu, saat ini kan di sini belum ada sama sekali," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak