"Tapi tidak ada yang merespon. Saya merasa anjing itu tidak sehat dan sedikit linglung. Hingga dengan senapan angin saya membidik dan menembak," ungkapnya.
Saat mendengar suara tembakan senapan angin, anjing tersebut kabur ke rumah warga di Blok B/14. Anjing tersebut lalu menyerang sehingga Fajar mengambil golok dan menyabet hingga tewas.
Ia pun meninggalkan lokasi dan membawa bangkai anjing tersebut dan meletakkannya di areal dekat rumah dan dia langsung menuju Puskesmas, Nusa Dua.
"Sewaktu di Puskesmas tindakan medis tidak dapat dilakukan hanya disarankan minum vitamin dan luka gigitan yang dibersihkan. Pihak Puskesmas memberikan nomor dokter hewan untuk dimintai datang ke rumah dan petugas Laboratorium yang dikirim dokter hewan di Goa Gong (pengambilan sample). Setelah itu bangkai anjing tersebut saya kubur di dekat tempat tinggal saya Goa Gong," ujar Fajar.
Baca Juga:Cuaca Buruk di Bali, Jukung Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang Pasang
Diterangkannya, kepada semua pihak khususnya warga Jimbaran, Kuta Selatan, tindakannya itu dilakukan karena spontanitas dan ketakutan dan berharap tidak ada lagi orang yang gigit.
Terlebih Fajar beralasan bahwa kondisinya kurang sehat dan ada beberapa kegiatan sehingga baru bisa hadir di Polsek Kuta Selatan.
"Kepada pihak berwenang pak Polisi kiranya bisa dan dapat membuat kasus keresahan ini bisa di atasi," harapnya.
Adapun Kanit Reskrim Posek Kuta Selatan AKP AA Made Suantara menjelaskan setelah kejadian ini
Baca Juga:Buaya yang Ditemukan di Pantai Legian Mati Setelah Sejam Dirawat di PPS Tabanan