Aset Bos PT DOK di Bali Yang Bernilai Paling Mahal Akan Disita

Bos PT DOK ini dinilai harus bertanggung jawab terhadap kerugian para korban yang melapor ke Polda Bali.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:29 WIB
Aset Bos PT DOK di Bali Yang Bernilai Paling Mahal Akan Disita
Ilustrasi investasi bodong. (Shutterstock)

SuaraBali.id - Adanya dugaan kasus penipuan berkedok investasi membuat bos PT DOK, I Nyoman Tri Dana Yasa alias Mang Tri jadi tersangka dan telah menahannya di Rutan Polda Bali sejak 17 November 2022.

Bos PT DOK ini dinilai harus bertanggung jawab terhadap kerugian para korban yang melapor ke Polda Bali sebanyak 559 orang.

Kerugian mereka dijumlahkan total pun mencapai Rp Rp 55,8 Miliar menurut Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Bali.

Saat ini penyidik Polda Bali berkoordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Denpasar untuk melakukan penyitaan terhadap aset milik tersangka.

Baca Juga:559 Orang Lapor ke Polda Bali Tertipu Investasi Bodong Rp 55,8 Miliar

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu izin dari PN untuk menyita 18 bidang aset sertifikat  di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, dan Gianyar.

Sebanyak 17 bidang atas nama Tri Dana Yasa dan 1 bidang atas nama istrinya. Tanah kosong satu are, paling luas 4 are dan paling banyak di Jembrana sebanyak 7 bidang.

"Itu paling mahal di Denpasar, Badung Gianyar yang kalau dijumlahkan miliar rupiah. Sementara itu aset yang disita di Jembrana baru Rp300 sampai Rp400 juta," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 2 Ditreskrimum Polda Bali AKBP I Made Witaya, Kamis (1/12/2022).

Begitu juga dengan sejumlah aset mewah yang dimiliki tersangka dalam bentuk barang. Dalam hal ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Terakhir informasi dari beberapa orang yang tidak melapor, kata Witaya, ada roda dua dan  roda empat. Namun, yang bersangkutan belum sempat menunjukkan aset itu.

Baca Juga:Denise Chariesta Pakai Foto Regi Datau Untuk Plang Toko

"Kami masih berupaya melakukan penelusuran aset yang lainnya," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak