Sejarah Gejer Bali, Gempa Bumi Besar Tahun 1815 yang Porak Porandakan Buleleng

Seluruh pulau Bali bergetar akibat gempa bumi ini, sehingga disebut juga "Gejer Bali" yang artinya Bali bergetar.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 12:00 WIB
Sejarah Gejer Bali, Gempa Bumi Besar Tahun 1815 yang Porak Porandakan Buleleng
Gambar Pulau Bali

Dari selatan ada penunjaman lempeng tektonik Indo-Australia di bawah lempengan Eurasia. Gesekan lempeng ini menghasilkan gempa bumi. Di utara Bali terdapat Patahan belakang busur kepulauan.

“Patahan belakang busur kepulauan memanjang dari Laut Bali, Utara Lombok, Flores hingga ke laut Banda. Gempa bumi yang dihasilkan ada pada kedalaman dangkal, sehingga apabila dengan magnitudo besar akan merusak. Beberapa contoh gempa bumi yang dihasilkan adalah gempa bumi pada 22 November 1815. Tepat di usianya yang ke 200 tahun ini adalah momentum yang tepat sebagai pengeling-eling atau pengingat dan penyadaran kembali bahwa kita hidup di daerah dengan potensi bencana yang tinggi” jelasnya.

Selanjutnya,  Gede Kresna dari Rumah Intaran memaparkan strategi adaptasi bencana yang diwariskan oleh leluhur orang Bali sendiri melalui bangunan tradisional.

Arsitek yang juga penggiat kehidupan tradisional ini menuturkan bahwa “kita diwarisi kualitas-kualitas lokal yang luar biasa".

Baca Juga:Sungai Yeh Ho Tabanan Kembali Makan Korban, Pria Paruh Baya Diduga Tenggelam

Rumah-rumah Bali kuno memiliki sistem tangguh dengan berbahan kayu dan memiliki bale di dalamnya.

Temboknya berbahan tanah polpolan, sehingga apabila terjadi gempa bumi, struktur tetap berdiri, meskipun tembok akan jatuh ke samping karena gravitasi.

Pada gempa bumi buleleng 1976, rumah di desa kuno Sidatapa hanya mengalami sedikit kerusakan, dibandingkan di Seririt yang merenggut korban jiwa masif.

Hal ini disebabkan karena beralihnya pilihan ke rumah baru berbahan beton yang belum sempurna pemahamannya kala itu.

Banyak korban tertimpa beton. Hal serupa juga dibuktikan di wilaya lain di Indonesia seperti di Nias yang rumah tradisionalnya teruji gempa bumi.

Baca Juga:Nekat Naik Gunung Agung Tanpa Pemandu, Dua Bule Inggris Tersesat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak