Cerita Pembantaian Sadis PKI di Bali, Satu Desa Penduduknya Dibunuh Semua

Ada banyak dari mereka yang hanya ikut-ikutan masuk PKI atau hanya simpatisan organisasi di bawah naungan PKI menjadi korban.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 27 September 2022 | 09:37 WIB
Cerita Pembantaian Sadis PKI di Bali, Satu Desa Penduduknya Dibunuh Semua
[beritabali.com/ilustrasi:gede hartawan/Konflik Antara Sarjana PKI dan Sarjana PNI Terjadi Tahun 1964]

SuaraBali.id - Seorang peneliti peristiwa G30S PKI 1965 asal Bali, Nyoman Sirna menceritakan masih banyaknya kabut seputar peristiwa  pembunuhan massal PKI di Bali.

Namun yang paling dirasa Nyoman adalah aksi balas dendam yang begitu masif menimpa semua elemen PKI.

Dilansir dari beritabali.com – jaringan suara.com, semua anggota dan pimpinan S 3 (Serikat Sekerja Sosial yang didominasi orang-orang PKI) di seluruh Bali mati dibunuh pasca peristiwa G30S. Korban pertama adalah Putu Slamet, ia digorok di depan kamar mandi, di kantornya sendiri, di Dinas Sosial Singaraja.

Ada banyak dari mereka yang hanya ikut-ikutan masuk PKI atau hanya simpatisan organisasi di bawah naungan PKI menjadi korban.

Pada awal Februari 1966, Nyoman Sirna dan delapan orang mahasiswa STKS mengadakan penelitian tentang akibat terjadinya G30S di Bali. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jembrana, salah satu Kabupaten dimana pembantaian PKI terjadi paling parah.

Sekitar dua minggu Nyoman Sirna melakukan penelitian, meninjau desa-desa dimana banyak terdapat korban pembantaian. Mereka menemukan berbagai keterangan soal kronologi dan variasi peristiwa pembantaian.

Ada yang mengaku melihat bagaimana kader PKI diperintahkan untuk mengumpulkan orang-orang PKI, lalu salah seorang diperintahkan membunuh semua pengikutnya. Terakhir giliran si tokoh PKI itu sendiri yang ditembak.

Selain itu ada juga se pasukan tentara yang diantar oleh Pemuda Ansor setempat, menunjuk sebuah kampung dengan mengatakan semua penduduknya PKI, yaitu Desa Mertasari.

Desa itu ada di pinggiran sebelah timur Kota Negara. Tentara kemudian mengumpulkan semua penduduk Desa Mertasari, membunuh semuanya, menjarah harta bendanya dan membakar kampungnya hingga rata dengan tanah.

Di beberapa tempat di Kabupaten Jembrana, seperti di Baluk dan Tukadaya serta Melaya, terdapat kuburan massal yang pada masing-masing lubang berisi mayat di atas 50 orang, tua-muda, anak-anak, laki perempuan. Di Desa Rening, tempat-tempat pemujaan keluarga (sanggah) dibakar habis karena pemiliknya dianggap PKI.

News

Terkini

Menurut Andika, apa yang dilakuka pelau adalah tindak pidana. Ia pun mendesak agar pelaku segera dipecat.

News | 07:33 WIB

Joshua melaporkan seorang pemerhati hewan lainnya yang berinisial BDM asal Lombok Tengah.

News | 07:00 WIB

Diduga keduanya terseret arus sungai saat memasang jaring ikan di hulu sungai.

News | 06:43 WIB

Dugaan reklamasi pesisir Pantai Melasti pada area seluas 22.310 m ini baru diketahui pada 2020, dan disinyalir dimulai pada tahun 2019.

News | 17:25 WIB

Tak hanya Cyril Stiak, satu orang lagi bernama Stefan Durina kini masuk dalam red notice. Namun dia masih dalam pengejaran.

News | 13:42 WIB

Menurutnya, partai Perindo terbuka bagi yang ingin berjuang dan membesarkan Partai ini.

News | 10:00 WIB

Awalnya ia cekcok dengan kekasihnya karena kecemburuan.

News | 08:00 WIB

Ini bukti bahwa BRImo semakin menjadi andalan masyarakat.

News | 17:30 WIB

Menurutnya cara pandangnya dalam membangun Bali saat ini dipengaruhi ilmunya selama menempuh pendidikkan di ITB.

News | 16:27 WIB

Bharada E menyampaikan hal itu saat ditanya Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso.

News | 13:00 WIB

Anjing liar yang sudah dieliminasi, langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

News | 11:30 WIB

Hal itu diputuskan pada Rapat Pleno, Senin (28/11/2022) kemarin oleh Dewan Pengupahan Kota Denpasar

News | 10:21 WIB

Kepala Diskarmat Kabupaten Badung, I Wayan Wirya mengatakan api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih satu jam.

News | 09:30 WIB

Tangannya yang gemetaran spontan menjatuhkan uang tersebut ke lantai

News | 08:39 WIB

Menurutnya setelah maskapai Cathay Pacific beroperasi maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi sektor pariwisata di Pulau Bali.

News | 08:27 WIB
Tampilkan lebih banyak