Anugrahilah kepada kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, teguhkanlah rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, serta gotong royong dalam membangun bangsa.
Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, dosa orang tua dan guru-guru kami, serta ampuni dosa-dosa para tokoh bangsa dan para pemimpin kami. Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami, merekalah yang telah korbankan jiwa raga, darah, serta air mata untuk memerdekakan negeri ini, masukkan mereka ke surga-Mu, muliakan kedudukan mereka di sisi-Mu. Amin.
Subhana robbika robbil izzati ammaa yasifun, wasalamun alal mursalin, walhamdulillahi rabbil alamin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Upacara bendera HUT RI digelar dengan penuh hikmat, terlebih pada saat mengheningkan cipta, detik-detik proklamasi kemerdekaan hingga doa. Maka dari itu teks atau naskah doa upacara HUT RI perlu disusun dengan benar.
Seperti upacara pada umumnya, salah satu momen dalam upacara kemerdekaan adalah membaca doa upacara. Doa upacara HUT RI adalah untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Biasanya doa upacara kemerdekaan biasanya dibacakan oleh petugas upacara untuk mengakhiri rangkaian acara.
Membaca doa juga menjadi sebuah tanda penghambaan manusia kepada Tuhan. Tidak terkecuali pada saat upacara bendera Hari Kemerdekaan RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, tentu akan ditutup dengan pembacaan doa.
Doa yang dipanjatkan pada saat Hari Kemerdekaan RI ini biasanya berisi sebuah harapan terbaik untuk kesejahteraan dan kemajuan Negara Indonesia.