Menjaga Dan Mengadopsi Penyu di Kurma Asih Jembrana

Awalnya, Kurma Asih adalah kawasan konservasi penyu yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:07 WIB
Menjaga Dan Mengadopsi Penyu di Kurma Asih Jembrana
Wisatawan mengunjungi kolam penyu di Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center, Jembrana, Bali, Kamis (4/8/2022).[Suara.com/Eviera Paramita Sandi]
Egg Hatching area di Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center. [Suara.com/Eviera Paramita Sandi]
Egg Hatching area di Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center. [Suara.com/Eviera Paramita Sandi]

Bila telur ditemukan akan langsung dipindahkan ke lokasi penangkaran. Tempatnya ada di sebuah tanah lapang berpasir (egg hatching area). Di sana telur penyu ditimbun dan diberi tanda khusus yang berisi keterangan jenis penyu, jumlah telur, asal telur, tanggal dan nama adopter.

Adopsi penyu ini bisa dilakukan oleh siapapun yang datang ke Kurma Asih dan memberikan donasi sebagai tanda adopsi. Namun tentu ada syaratnya.

“Siapapun bisa mengadopsi sarang itu, dengan catatan. Tak boleh nanti setelah menetas penyunya dibawa pulang namun harus dirilis di sini,” ujarnya.

Untuk pelepasliaran sendiri tidak ada waktu khusus, namun Komang Gunawan mengatakan pagi dan sore adalah waktu yang tepat untuk melepasliarkan penyu.

Baca Juga:Layanan 5G Indosat Ooredoo Hutchison Kini Hadir di Bali Dukung G20

“Penyu-penyu ini layak dilepas, bukan layak hidup di sini, tegas Komang.

Bila Anda ingin berkunjung ke Kurma Asih, anda bisa datang secara cuma-cuma setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA untuk melihat dan mengadopsi penyu-penyu tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak