facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sandiaga Uno Pesan 120 Kain Tenun Gringsing Untuk Delegasi KTT G20 di Bali

Eviera Paramita Sandi Senin, 01 Agustus 2022 | 08:34 WIB

Sandiaga Uno Pesan 120 Kain Tenun Gringsing Untuk Delegasi KTT G20 di Bali
Salah satu corak Kain tenun Gringsing hasil tenunan masyarakat desa Tenganan Pegringsigan, Kabupaten Karangasem, Bali. [ANTARA/Rolandus Nampu]

Adapun proses pengerjaan kain tenun ikat Gringsing telah rampung dikerjakan oleh penenun Desa Adat Tenganan.

SuaraBali.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memesan suvenir untuk para delegasi yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Souvenir tersebut berupa 120 buah kain Gringsing, produk ekonomi kreatif khas Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali.

Adapun proses pengerjaan kain tenun ikat Gringsing telah rampung dikerjakan oleh penenun Desa Adat Tenganan dan siap untuk dikirim ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Setelah Menteri Sandiaga Uno memesan 120 kain, penenun mulai mengumpulkan hasil tenunannya untuk diseleksi oleh Panitia. Saat ini, semuanya sudah dipacking," kata Bendesa adat Desa Tenganan Putu Suarjana, Minggu (31/8/2022).

Menurutnya kain Gringsing yang selesai dibuat penenun telah melalui seleksi yang ketat menyangkut kualitas dan telah memenuhi persyaratan yang diminta forum Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Gringsing Bali dengan lebar 20 cm dan panjang 180 cm.

Baca Juga: Venna Melinda Klarifikasi Soal Hamil di Usia 50 Tahun Dan Testpack Saat Berada di Bali

Dengan pemesanan stok kain sebanyak itu kata dia membuat stok kain pemilik tenun mengalami pengurangan. Tetapi, secara ekonomis, masyarakat menerima pendapatan yang signifikan merata karena setiap penenun hanya diperbolehkan menyerahkan satu buah kain Grising.

Pada saat pembatasan akibat COVID-19, kata dia penjualan kain Gringsing mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal itu membuat omset penenun kain Gringsing berkurang.

"Proses pengerjaan tenun ikat sendiri melibatkan 125 pengrajin Tenganan. Tetapi, dari 125 itu tentu mereka tidak berproses secara sempurna. Kan namanya perajin setiap orang dengan kreativitasnya. Yang tidak penuhi kriteria, kita beri kesempatan untuk perbaiki. Kita jamin kualitasnya bagus untuk diberikan kepada delegasi G20," kata Putu Suarjana.

Menurut keterangan Putu Suarjana, Kemenparekraf sudah menyerahkan DP (down payment) sebesar 30 persen. Sedangkan sisanya akan diselesaikan setelah kain tenun Gringsing sudah terkirim ke Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Provinsi Bali.

"Dalam kesempatan ini, kami berkolaborasi untuk promosi dan mendukung program pemerintah membangkitkan ekonomi masyarakat di sini. Apalagi jumlah pesanan sebanyak itu jarang didapat," kata dia.

Baca Juga: Menyaksikan Museum Hidup ARMA di Kampung Wisata Ubud Bali

Putu Suarjana mengatakan selain pemesanan 120 kain oleh Menparekraf Sandiaga Uno, masyarakat juga mendapat pesanan 34 kain pada kesempatan yang sama. Sehingga jumlah pesanan yang disiapkan oleh penenun Tenganan sebanyak 154 kain tenun Gringsing.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait