Tetangga Ungkap Ibu Balita yang Ditelantarkan di Denpasar Juga Disiksa Hampir Tiap Hari

Menurut tetangga, mereka mengaku hampir setiap hari mendengar suara teriakan N yang kerap mendapat siksaan pacar dari ibu kandungnya.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 22 Juli 2022 | 12:08 WIB
Tetangga Ungkap Ibu Balita yang Ditelantarkan di Denpasar Juga Disiksa Hampir Tiap Hari
Kos di Jalan Kerta Dalem Sari II Nomor 8, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali tempat balita yang ditelantarkan tinggal. [Istimewa/beritabali.com]

SuaraBali.id - Ditemukannya Balita berinisial N di daerah Sidakarya, Denpasar dengan tubuh penuh luka dan lebam dan kaki yang patah membuat banyak orang geram. Publik pun bertanya-tanya akan peran orangtua kandungnya dalam melindungi sang anak.

Diketahui bahwa N disiksa oleh kekasih ibunya yang bernama Yohanes Paulus Maniek Putra alias Jo (39). Hal ini pun diungkap oleh saksi mata atau para tetangga kos di Jalan Kerta Dalem Sari II Nomor 8, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali.

Menurut tetangga, mereka mengaku hampir setiap hari mendengar suara teriakan N yang kerap mendapat siksaan pacar dari ibu kandungnya, Dwi Novita Murti alias Novi (33).

Mirisnya, kekerasan terhadap balita 5 tahun itu ternyata sudah menjadi pemandangan biasa dilihat para tetangga sejak setahun terakhir kedua tersangka tinggal di sana.

Baca Juga:Pak Oles Sebut Permintaan Minyak Bokashi Semakin Meningkat Sejak Pandemi Covid-19

Tetangga kos yang ditemui wartawan pada Kamis 21 Juli 2022, mengatakan bahwa korban NY memang selalu jadi korban pelampiasan emosi pria asal Noelbaki, Kupang Tengah, NTT tersebut.

Bila Polisi sebelumnya menyebut korban mendapat siksaan sebanyak 6 kali tapi warga di sana menyebutkan sudah berkali-kali.

Namun bukan hanya N, tersangka Jo juga cenderung menyiksa Novi di kamar kos.

"Ibunya Novi sering dipukuli sampai babak belur," beber sumber tetangga sebagaimana diwartakan beritabali.com - jaringan suara.com.

Tak hanya mendapat siksaan dengan cara dicubit, ditendang, dan bahkan direndam dalam bak air, NY juga selalu dikurung di dalam kamar. Sehingga bocah malang itu tidak bisa bertemu dan bermain dengan teman sebayanya di luar.

Baca Juga:Wali Kota Denpasar Ngayah Bawakan Tarian Topeng Sakral di Pura Mandahara Giri Semeru

"Anak itu sering dikurung di kamar mas, kasihan melihat kondisinya" ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak