SuaraBali.id - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara "ngayah" di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Kamis (21/7/2022) dengan membawakan tarian Topeng Dalem Arsa Wijaya dan Topeng Dalem Sidakarya pada ritual Pujawali Bakti Penganyar.
Tari Topeng Dalem Sidakarya yang dibawakan Wali Kota Denpasar adalah salah satu tari sakral yang wajib ditarikan pada setiap upacara.
"Ritual Pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung ini merupakan momentum bagi umat Hindu untuk selalu eling dan meningkatkan bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan)," kata Jaya Negara.
Ia berharap rangkaian acara tersebut menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama dan lingkungan, sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.
Baca Juga:47 Tahun Buat Jukung, Pria Asal Jembrana Ini Ingin Permainan Tradisional Tetap Lestari
Tari Topeng Dalem Sidakarya datang dari Lumajang, Jawa Timur. Selain itu, sebagian besar masyarakat Bali juga berasal dari Jawa Timur, khususnya kawasan Gunung Semeru.
Topeng Dalem Sidakarya memiliki makna mencapai tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Topeng Sidakarya menjadi lambang bahwa pekerjaan atau karya yang digelar sudah selesai dengan baik.
Tari topeng ditampilkan sebagai tari persembahan yang bertujuan agar upacara dapat terselenggara dengan baik dan selamat serta terhindar dari segala bahaya.
Rangkaian Bakti Penganyar diawali dengan Tari Rejang Sari dan Rejang Renteng yang dibawakan oleh WHDI Kota Denpasar, Tari Baris Gede dibawakan oleh Perbekel/Lurah Kota Denpasar, Wayang Lemah, dan Topeng Wali.
Iringan suara kidung dan gamelan menambah khidmat suasana. Bakti Penganyar diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipimpin Ida Pedanda Gede Karang Ngenjung, Griya Keniten Duda Karangasem.
Baca Juga:Videonya Sempat Viral, Bule Spanyol dari Bali Dikira Jadi Pengamen di Mandalika
Ketua PHDI Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Edy Sumianto mengatakan piodalan atau pujawali itu upacara tahunan yang diselenggarakan oleh umat Hindu
- 1
- 2