facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi : Hati-hati yang Suka Makan Mi Instan, Harganya Bisa Naik

Eviera Paramita Sandi Kamis, 07 Juli 2022 | 15:12 WIB

Jokowi : Hati-hati yang Suka Makan Mi Instan, Harganya Bisa Naik
Ilustrasi M Instan (TikTok @krismondeee)

Pasokan dari produsen besar untuk gandum di pasar dunia tersebut kini terhambat.

SuaraBali.id - Presiden RI Joko Widodo mengingatkan seluruh pihak untuk selalu mewaspadai kondisi rantai pasok pangan dan energi saat ini. Terutama untuk komoditas gandum, karena Indonesia merupakan importir gandum.

Pasalnya pasokan gandum saat ini berasal dari dua negara yang dilanda konflik, Rusia dan Ukraina.

Pasokan dari produsen besar untuk gandum di pasar dunia tersebut kini terhambat.

“Ini hati-hati, yang suka makan roti, yang suka makan mi, bisa harganya naik. Karena apa? Ada perang di Ukraina. Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum itu 30-40 persen berada di negara itu, Ukraina, Rusia, Belarus, semua ada di situ,” jelas Presiden Jokowi di puncak peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-29 Tahun 2022, Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga: Jokowi Minta Masyarakat Bersyukur Karena Harga Beras Tidak Ikut Naik

Menurutnya beberapa negara sudah mengalami kekurangan pangan dan kelaparan karena terhambatnya pasokan pangan akibat perang Ukraina dan Rusia.

“Bayangkan, berapa ratus juta orang ketergantungan kepada gandum Ukraina dan Rusia? dan sekarang ini sudah mulai karena barang itu tidak bisa keluar dari Ukraina, tidak bisa keluar dari Rusia,” kata Jokowi.

Ia pun mengatakan bahwa masyarakat di Indonesia harusnya bersyukur harga beras tidak naik, padahal saat ini sedang terjadi gejolak rantai pasok pangan di dunia karena konflik militer Rusia dan Ukraina.

“Kita ini harus betul-betul bersyukur bahwa negara kita diberikan pangan yang harganya, beras utamanya, tidak naik. Harus kita syukuri betul,” kata Presiden Jokowi.

Saat ini Indonesia masih punya sumber beras yang melimpah dan sudah tiga tahun tak lagi impor beras.

Baca Juga: Jubir Kemenlu AS Tegaskan Tak Mau Bertemu Rusia Saat Acara G20 di Bali

“Untungnya, kita ini, Alhamdulillah, rakyat kita utamanya petani masih berproduksi beras, dan sampai saat ini harganya belum naik, semoga tidak naik karena stoknya selalu ada dan sudah tiga tahun kita tidak impor beras lagi,” ujar Presiden Jokowi. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait