Hal ini karena pengiriman vaksin tidak bisa cepat, pasalnya vaksin pada hewan ternak tersebut masih harus di impor dari negara lain
"Di awal ini kita masih impor untuk vaksin. Tapi berikutnya di produksi oleh Pusvetma Surabaya," ujar Khairul Akbar.
Jika sudah diproduksi di tanah air, maka semua populasi hewan ternak bisa di vaksin dua kali dalam satu tahun.
Sebelumnya Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Rahmadin menegaskan PMK pada sapi dan kambing gampang disembuhkan dan paling penting tidak berbahaya bagi manusia. Namun, demikian penyebarannya cepat jika tidak cepat ditangani dengan baik.
Baca Juga:Hujan Ringan Diprediksi Guyur Bali Hingga NTB Hari Ini
"Aceh itu begitu kena lima ekor langsung 3.000 ekor besoknya. Begitu juga dengan yang terjadi di Jawa Timur," terang Rahmadin.
Rahmadin menambahkan, Disnakeswan NTB sudah berkoordinasi dengan seluruh Dinas Peternakan di seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan upaya dan tindakan cepat, tepat dan terukur untuk mencegah penyebaran wabah PMK masuk di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya para peternak untuk segera melapor ke Dinas Peternakan setempat jika ada melihat tanda-tanda PMK pada hewan ternak-nya.
"Makanya yang paling utama untuk mencegah ini tidak meluas itu, adalah kalau ada kejadian segera melapor. Karena masih bisa ditanggulangi dengan penyemprotan disinfektan," katanya. (ANTARA)
Baca Juga:Niat Kakek Menjerat Monyet Dengan Listrik, Malah Cucu yang Tersengat Hingga Tewas