facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bule Ini Minta Maaf Setelah Sebut Polisi Korupsi, Ni Luh Djelantik : Harus Klarifikasi, Tak Cukup Minta Maaf

Eviera Paramita Sandi Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB

Bule Ini Minta Maaf Setelah Sebut Polisi Korupsi, Ni Luh Djelantik : Harus Klarifikasi, Tak Cukup Minta Maaf
Desainer asal Bali Ni Luh Djelantik. (Suara.com/Arry Saputra)

Ia mengatakan jika semua orang yang berkunjung ke Bali harus berhati-hati karena polisi di sana akan menghentikan pengendara di jalan.

SuaraBali.id - Seorang bule perempuan viral di Tiktok karena aksi protesnya setelah kena tilang dan menyebut polisi tersebut melakukan korupsi. Hal ini ia sampaikan melalui akun Tiktok pribadinya @lerusi_k.

Ia mengatakan jika semua orang yang berkunjung ke Bali harus berhati-hati karena polisi di sana akan menghentikan pengendara di jalan.

Ia mengaku telah dipalak dan dimintai sejumlah uangnya oleh salah satu oknum polisi Bali. Dirinya juga menyebut oknum polisi ini sebagai fucking corruption police.

"Mereka akan memeriksa segala dokumen mu, dan mendapatkan semua uangmu, dan kau akan memberikan semua uangmu kepada polisi korupsi ini," katanya.

Baca Juga: Lebih Memilih Mars Partai Daripada Cocomelon, Balita Ini Disebut Cocok Jadi Kader Hary Tanoe

Karena unggahannya itu, banyak warganet tidak terkecuali aktivis Bali Ni Luh Djelantik bahwa pernyataannya itu tidak sesuai dengan pelanggan yang ia lakukan.

"Menggiring opini publik dengan mengatai f*ck1ng police korupsi, kalau gak ada bukti bisa kena pasal pembohongan publik dan pencemaran nama baik," tulisnya dalam @niluhdjelantik.

Namun bule satu ini sudah mengakui kesalahannya, ia mengaku dan telah meminta maaf karena saat itu terbawa emosi sehingga berinisiatif membuat konten yang berisi kekesalannya itu.

Meskipun demikian, ia telah membuat opini buruk tentang polisi atas kesalahpahaman yang ia lakukan.

Ni Luh Djelantik mengatakan jika bule ini harus memberikan klarifikasinya atas pernyataan kelirunya itu, mengingat pernyataan yang ia sampaikan dapat mempengaruhi kenyamanan baik setiap wisatawan dan warga Bali.

"You need to clarify the exact situation, not just by saying sorry, now that you‘ve created tensions between Indonesian people.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait