facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Ajak Masyarakat Dan Petani Berdoa Agar Kemendag Buka Kran Ekspor

Eviera Paramita Sandi Selasa, 17 Mei 2022 | 14:00 WIB

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Ajak Masyarakat Dan Petani Berdoa Agar Kemendag Buka Kran Ekspor
Ilustrasi jagung. (Photo by Virgil Cayasa on Unsplash)

Usulan ini disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

SuaraBali.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) disarankanuntuk membuka kran ekspor jagung guna mengatasi anjloknya harga jagung di wilayah itu. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah.

Gubernur juga berharap agar masyarakat dan petani jagung ikut mendoakan agar izin ekspor dari Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi bisa segera diurus dan diselesaikan, sehingga solusi sementara harga jagung ini bisa teratasi.  

"Harga jagung murah, satu-satunya cara sementara untuk menyelamatkan jagung petani kita adalah dengan melakukan ekspor ke luar negeri," kata Gubernur Zulkieflimansyah, Se;asa (17/5/2022).

Usulan ini disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perindustrian NTB, dan pembeli besar jagung PT Seger Agro Nusantara, menyikapi anjloknya harga jagung NTB di pasaran.

Ia khawatir bila kondisi ini dipaksakan, PT Seger Agro Nusantara tidak akan bisa membeli jagung lagi karena memang sudah tidak sanggup untuk membeli.

Karena saat ini harga ayam jatuh, sehingga pabrik ayam menurunkan permintaan pakan.

"Permintaan pakan turun menyebabkan mereka menurunkan volume membeli bahan baku seperti jagung," ujar Gubernur Zulkieflimansyah .

Menurutnya, pembelian jagung berkurang sehingga jagung yang sedang puncak-puncaknya dipanen sekarang tidak akan mampu diserap atau dibeli oleh pembeli jagung seperti biasa.

"Sehingga jagung dari Alas sampai Sape, surplus lebih dari 300 ribu ton. Ini Artinya harganya jagung akan anjlok, bahkan nggak ada harga sama sekali," jelas Zulkieflimansyah . (ANTARA)

Komentar

Berita Terkait