Legenda di Balik Wadu Paa Dan Jejak Agama Buddha di Bima

Adanya warisan budaya yang dikenal dengan sebutan Wadu Pa'a inilah yang menjadi jejak sejarahnya.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 17 Mei 2022 | 07:30 WIB
Legenda di Balik Wadu Paa Dan Jejak Agama Buddha di Bima
Situs Wadu Pa'a, atau Batu Pahat merupakan salah satu situs candi tebing yang berada di Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

SuaraBali.id - Salah satu situs candi tebing yang berada di Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Wadu Pa'a, atau Batu Pahat.

Situs ini merupakan jejak sejarah agama Buddha di Bima.

Masyarakat Bima dikenal mayoritas beragama Islam. Namun diperkirakan sebelumnya, pernah ada masuk pengaruh Budha.

Adanya warisan budaya yang dikenal dengan sebutan Wadu Pa'a inilah yang menjadi jejak sejarahnya.

Dalam bahasa suku Mbojo terbagi menjadi dua kata yakni Wadu Pa'a. Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi Batu untuk Wadu dan Pahat untuk Pa'a.

Jadi Wadu Pa'a adalah Batu yang dipahat.

Ukiran - ukiran pada Wadu Pa'a mengandung nilai seni ukir yang sangat tinggi karena media ukirannya bukan batu biasa. Melainkan tebing -tebing batu yang berbentuk Stupa dan terdapat ukiran bercorak Sang Budha, persis seperti relief yang ada di Candi Borobudur.

Konon ceritanya pada masa lampau, tepatnya  pada abad ke 11. Batu itu dipahat dua orang bersaudara yakni Indra Zamrud  dan Indra Komala yang merupakan anak bangsawan dari Kerajaan Majapahit Jawa Timur yang bernama Sang Bima, buah perkawinan dari salah satu putri seorang Ncuhi.

Ncuhi waktu itu sebutan pemimpin suatu wilayah di Bima atau Kepala Suku sebelum zaman kerajaan.

Budayawan Bima, Alan Malingi dalam bukunya "Legenda Tanah Bima, " yang mendeskripsikan  di blog "Romantik Bima" menceritakan, saat Sang Bima Hendak meninggalkan tanah Bima, dia didatangi oleh para Ncuhi untuk diminta kesediaan menjadi pemimpin tanah Bima.

Pada saat itu, Sang Bima sedang memahat  tebing kaki bukit Lembo, Dusun Sowa, Desa Kananta, kecamatan Soromandi, yang akhirnya tenar dengan Wadu Pa'a.

Masih dalam tulisannya, Alan Malingi mengurai, dari berbagai literatur sejarah, situs Wadu Pa'a merupakan salah satu situ Candi Tebing yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi.

Wadu Pa'a merupakan tempat pemujaan agama Budha, atau mengandung unsur Budha dan Siwa.

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya relief Ganessha, Mahaguru, Lingga - Yoni, relief Budha (Bumi  Sparsa Mudra) termasuk stupa yang menyerupai bentuk stupa Goa Gajah di Bali atau stupa - stupa di Candi Borobudur yang berasal dari abad X.

Hal itu didukung dengan terteranya  Candrasangkala pada prasasti yang berbunyi "Saka Waisaka Purnamasidi atau tahun 631 Caka Masehi".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini