Penutupan Akibat Wabah PMK, Peternak Sapi di Bima Sulit Kirim ke Jawa

Proses pengiriman sapi dari Bima pun mau tidak mau menemui kendala akibat lockdown atau penutupan pengiriman hewan ternak

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:24 WIB
Penutupan Akibat Wabah PMK, Peternak Sapi di Bima Sulit Kirim ke Jawa
Wabah PMK hewan ternak di Jatim [Foto: ANTARA]

"Hanya itu cara agar semua sapi ini bisa terkirim," ungkap Syaifuddin.

Sementara itu peternak di Bima mengaku terancam merugi miliaran rupiah akibat sulitnya pengiriman sapi ke wilayah Jabodetabek. Seorang peternak dan pengusaha, Dedi Sadikin mengungkap, saat ini mereka sedang terancam merugi.

Pasalnya, setelah sekian lama sudah menyiapkan ternak untuk dikirim ke Jakarta, akses jalan darat yang akan dilewati dari Bima, ditutup.

"Ini yang menjadi kendala kita. Jika jalur darat ditutup, makanya banyak sapi yang terancam gagal dikirim," ungkap pria yang juga Sekretaris DPC Persatuan Pedagang Hewan Nasional Indonesia (Pepehani) Kota Bima ini, dikutip Tribun lombok, Jumat (13/5).

Diakui Dedi, pengiriman sapi sudah dilakukan satu kali melalui tol laut sebanyak 500 ekor laut.

Tetapi kuotanya sangat terbatas, dibanding jumlah ternak yang akan dikirim oleh pengusaha ternak Bima.

"Kapasitas tol laut hanya lima ratusan ekor. Sedangkan jatah Kabupaten Bima untuk pengiriman sapi sebanyak 12 ribu ekor," jelas direktur CV Karya Tiga Putri ini.

Kata Dedi, masing-masing pengusaha ternak hanya memiliki jatah kirim 27 ekor saja. Sedangkan sapi yang disiapkan ratusan ekor.

"Seperti kita, ada 800 ekor yang disiapkan untuk dikirim," terangnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak