facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Sapi di Lombok Diduga Terkena Virus Mulut Dan Kaki Seperti di Jawa Timur

Eviera Paramita Sandi Selasa, 10 Mei 2022 | 13:25 WIB

Puluhan Sapi di Lombok Diduga Terkena Virus Mulut Dan Kaki Seperti di Jawa Timur
Ilustrasi sapi (unsplash.com/ @mrmrs)

Adapun virus itu juga memiliki gejala yang hampir sama dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang merebak di Jawa Timur.

SuaraBali.id - Virus yang menyerang sapi di Jawa Timur diduga juga terjadi di Lombok. Saat ini dilaporkan bahwa puluhan ekor sapi di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga terkena virus.

Adapun virus itu juga memiliki gejala yang hampir sama dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang merebak di Jawa Timur.

"Dari laporan masyarakat ditemukan 63 ekor sapi yang tiba-tiba sakit atau diduga terkena wabah penyakit. Namun, tidak ada yang mati," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman, Selasa (10/5/2022).

Pihaknya belum bisa memastikan jenis penyakit yang menyerang puluhan ekor sapi milik masyarakat di Kecamatan Praya Tengah tersebut.

"Tim sudah turun mengambil sampel. Hasilnya akan keluar pada pekan ini. Nanti kita akan sampaikan, ketika hasil lab dari Denpasar Bali telah keluar," katanya.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, gejala penyakit yang dialami ternak itu, seperti adanya lelehan lendir dari mulut, hidung, luka di hidung, air liur berlebihan dan panas badan terlalu tinggi mencapai 37 derajat Celsius, deman serta di antara kuku kaki ada luka.

Selain itu, sapi milik warga itu tidak ada nafsu makan yang mengakibatkan lemas atau tidak seperti biasanya.

"Gejalanya hampir sama, tapi belum bisa kita pastikan. Peluang sembuh itu lebih besar, sehingga kita melakukan upaya pengobatan," katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pemerintah daerah telah mengeluarkan surat imbauan kepada semua kecamatan dan desa, yang isinya antara lain apabila ditemukan sapi milik warga yang gejalanya mirip PMK.

Warga supaya melaporkan kepada petugas yang telah disiagakan di masing-masing kecamatan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait